Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Ramadhan: Informasi Sehat yang Menyehatkan

2009/08/26
in Organisasi
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Alhamdulillah, Ramadan sudah menyapa kita semua. Suasana religius yang begitu menggembirakan bagi umat Islam dan masyarakat luas ini harus disambut dengan suka cita. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Rasulullah SAW berkaitan dengan amalan di bulan puasa: Amalan sunah dinilai wajib dan amalan wajib akan dilipatgandakan. Tentu, masih banyak lagi keutamaan dan kemuliaan atau fadhilah bulan Ramadan. Gairah dan kesemarakan Ramadan juga dirasakan pada sajian di media massa kita, baik cetak maupun elektronika. Para pengelola media massa seolah berlomba dan tidak mau ketinggalan menyuguhkan rubrikasi dan paket-paket acara yang bernapas Islam.

Kita menyambut baik usaha-usaha itu sebagai bagian dari upaya masyarakat menghidup-hidupkan Ramadan, yang jika dilakukan dengan ikhlas -imaanan wahtisaaban- merupakan sesuatu yang punya nilai sangat tinggi. Belum lagi jika apa yang diperbuat media massa dengan rubrikasi dan paket-paket acara itu berharap untuk mendapatkan Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan), sebagai simbol puncak prestasi kombinasi ibadah Ramadan dan kasih sayang-Nya, yang setara dengan seribu bulan kebaikan. Maka, keharusan kita menghidup-hidupkan bulan yang penuh ampunan dan rahmah ini.

Tapi, sering justru di saat-saat Ramadan itulah media kita kadang terlampau dipaksakan untuk menyiapkan rubrik dan paket-paket Ramadan. Akibatnya, sering mengabaikan atau terlupakan substansi nilai-nilai Islami, sebagai bagian dari syarat sebuah informasi yang disajikan bertepatan dengan bulan Ramadan dalam upaya menghormati dan mendapatkan keutamaan Ramadan.

Untuk itu, sudah sewajarnyalah saat-saat Ramadan ini kita jadikan momentum untuk merenungkan kembali substansi informasi yang disajikan kepada masyarakat, yakni haruslah sehat dan menyehatkan, tepat, serta memberikan kemanfaatan. Bukan saja dari aspek substansi, tetapi aspek teknis pun harus tetap kita pikirkan agar tidak kehilangan attractiveness. Hal ini sangat penting karena, tanpa attractiveness, tanpa daya tarik pada informasi yang disajikan tersebut, masyarakat tidak akan memperhatikannya (laissez-faire).

Prinsip E3N
Kita semua menyadari dan memahami peran pentingnya media massa dalam menciptakan suasana Ramadan agar lebih bermakna. Kombinasi antara substantive content dan attractiveness style menjadi faktor penentu. Dari sisi substantive content, sajian media massa harus mengandung empat unsur atau nilai, yaitu: edukasi (education), pemberdayaan (empowering), pencerahan (enlightening) dan nasionalisme (nationalism), yang disingkat E3N.

Edukasi merupakan aktivitas yang terus-menerus harus dilakukan oleh umat dan bangsa ini, dalam rangka menuju umat dan bangsa yang cerdas dengan segala aspeknya, yaitu intelektualitas, emosionalitas, dan spiritualitas (IQ, EQ dan SQ).

Edukasi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, mereka rela “membeli” informasi dengan waktu, kesempatan, dan finansial yang dimilikinya. Kita tentu berkeinginan untuk memenuhi transaksi “jual beli” yang memberikan keuntungan dua pihak.

Tingginya tingkat kecerdasan merupakan potensi dan modal yang luar biasa dalam meningkatkan daya inovasi, kreativitas, dan produktivitas. Meminjam istilah Imam Al Gazali, sifat-sifat tersebut termasuk sifat terpuji atau mahmudah. Ujung dari sifat terpuji juga berperan dalam meningkatkan daya beli (purchasing power) masyarakat.

Artinya, informasi yang edukatif berperan untuk meningkatkan modal masyarakat atau masyarakat mengalami proses kapitalisasi. Tentu sebaliknya, apabila informasi yang disajikan tidak edukatif, modal kecerdasan masyarakat akan berkurang atau terjadi proses dekapitalisasi yang berujung capital defisite atau potensi kecerdasan masyarakat menjadi negatif (sifat madzmumah).

Bukankah ke depan bagaimana pun media massa adalah cerminan dari masyarakatnya. Artinya, jangan berpikir media “pintar” di tengah masyarakat yang bodoh, begitu sebaliknya.

Karena itu, media punya peran besar dalam meningkatkan kecerdasan masyarakatnya. Oleh karena itu pula, ke depan, peran media massa harus punya agenda untuk mencerdaskan bangsa atau khalayak yang dilayaninya melalui muatan informasi yang edukatif. Dengan begitu, mereka mengerti dan paham benar mana media yang bisa dipercaya dan mana yang tidak.

Meskipun kita telah memiliki modal atau potensi melalui proses edukasi, potensi tersebut belum memberikan makna yang optimum atau luar biasa apabila belum dimanfaatkan secara optimal. Pemberdayaan (empowering) pada hakikatnya adalah pemfungsian dan pengelolaan modal atau potensi secara optimal untuk memberikan hasil yang real dan bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Sering dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kita dihadapkan pada persoalan rumit, baik yang sifatnya kekinian maupun kenantian. Dua-duanya tidak boleh dipertentangkan, apalagi pertentangan yang sifatnya antagonistik.

Dalam situasi seperti itulah, informasi yang mencerahkan sangat diperlukan agar dalam penyelesaian masalah tidak terjebak dalam myopic, yaitu ketidakmampuan melihat substansi persoalan jauh ke depan. Kita harus menghindarkan diri dari menyajikan informasi yang justru menambah keruwetan masalah sehingga terjebak dalam exercise terus-menerus tanpa mampu mengambil solusi yang memberikan kemanfaatan.

Masalah dan persoalan memang tidak bisa dihindari, yang harus dihindari adalah menyelesaikan masalah yang sama secara terus- menerus tanpa hasil. Padahal, falsafahnya adalah di balik setiap persoalan (masalah) ada jawaban dan penyelesaian, dan kita siap menyelesaikan persoalan dan masalah yang baru, serta semuanya itu kita serahkan kehadirat Ilahi Rabbi (substansi surat Al Insyiroh).

Pemenuhan informasi yang memiliki ketiga nilai tersebut (edukasi, pemberdayaan, dan pencerahan) dikemas sebagai roh untuk memperkuat nasionalisme dalam membangun kejayaan umat, kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pelaksanaan peran ini tentu bukan semata tugas media massa, tapi juga tugas pemerintah, dalam hal ini Depkominfo, sebagaimana yang tertuang dalam visinya berkaitan dengan terwujudnya penyelenggaraan komunikasi dan informatika yang efektif dan efisien menuju masyarakat informasi yang sejahtera dalam kerangka NKRI. Dan tentu tugas kita semua.

Bulan Ramadan yang mengandung kerahmatan, ampunan, dan pembebasan dari kesengsaraan (neraka) dapat kita jadikan momentum untuk melakukan kontempelasi (sebagai bagian dari tadzkiroh) untuk merenungkan perjalanan kita, baik pola pikir maupun pola tindak kita. Baik dalam konteks personal-individual maupun publik-sosial.

Makna kandungan bulan Ramadan tersebut tidak lain adalah melalui sentuhan kasih sayang (kerahmatan), kita hilangkan sifat-sifat negatif (ampunan) agar masyarakat kita menjadi masyarakat yang sejahtera, yaitu masyarakat kita terbebas dari kesengsaraan.

Salah satu bentuk kasih sayang itu adalah penyajian informasi yang sehat dan menyehatkan masyarakat. Kita tentu tidak ingin menyajikan informasi kepada mesyarakat sekadar ingin menyenangkan masyarakat, tapi secara substantif tidak mencerdaskan, malah terjadi proses pembodohan. Ibaratnya, kita berikan makanan yang mengandung MSG (mono sodium glutamat). Memang nafsu makan menjadi bertambah, bahkan bisa memasuki fase nggragas (nafsu makan yang berlebihan tanpa memperhitungkan akibatnya).

Tetapi, ternyata makanan tersebut bisa mengakibatkan kanker karena MSG termasuk bahan karsinogenik. Sebagai bentuk kasih sayang kita kepada masyarakat, kita sajikan informasi yang mengandung vitamin E3N. Insya Allah, itu semua akan menjadi amal kebajikan, baik selama Ramadan maupun setelah Ramadan berakhir. Semoga. (*) [Oleh: Mohammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia]

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Joko Subroto on LDII Jatim Bina Warga Pengidap Kusta di Tuban, Ajak Tetap Bersyukur dan Kuatkan Iman
  • JADIH AN NUR DLINGO on LDII Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Perayaan Haornas
  • JADIH ANNUR DLG on LDII Mimika Raih Juara I MIW 2026, LDII Mimika Buktikan Inovasi Bisa Tumbuh dari Ormas
  • Sukimin on Bootcamp Generus LDII Purworejo 2026 untuk Siapkan Pemuda Unggul dan Berdaya Saing
  • ASAD ISNANTORO on Bootcamp Generus LDII Purworejo 2026 untuk Siapkan Pemuda Unggul dan Berdaya Saing
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Ponpes Gadingmangu Hadiri Sarasehan Finansial LKS se-Jawa Timur

Ponpes Gadingmangu Hadiri Sarasehan Finansial LKS se-Jawa Timur

March 18, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth

LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth

3
LDII Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Perayaan Haornas

LDII Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Perayaan Haornas

2
Bootcamp Generus LDII Purworejo 2026 untuk Siapkan Pemuda Unggul dan Berdaya Saing

Bootcamp Generus LDII Purworejo 2026 untuk Siapkan Pemuda Unggul dan Berdaya Saing

2
LDII dan Diskominfotik Bengkulu Tandatangani PKS Penguatan Literasi Digital

LDII dan Diskominfotik Bengkulu Tandatangani PKS Penguatan Literasi Digital

5
Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual

Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual

September 12, 2026
Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII

Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII

September 12, 2026
LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama

LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama

September 12, 2026
FKUB Tangerang Kunjungi LDII untuk Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

FKUB Tangerang Kunjungi LDII untuk Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

September 11, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Peringati Hari Radio Nasional, LDII Dorong RRI Perkuat Penyebaran Informasi Faktual September 12, 2026
  • Peserta Pelatihan Jurnalistik LDII Bengkulu Praktik Liputan Bersama LINES DPP LDII September 12, 2026
  • LDII Bersama Ponpes Budi Utomo Surakarta Gelar Salat Istisqo dan Doa Bersama September 12, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.