Klaten (25/9). Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Klaten mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Sako SPN Kwarcab Klaten. Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna DPD LDII Klaten, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Pengukuhan pengurus masa bakti 2026-2031 itu mengusung tema “Ikhlas Bhakti Bina Bangsa”. Berdasarkan keputusan DPD LDII Kabupaten Klaten, Muhammad Sigit Winoto dipercaya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Sako SPN Kwarcab Klaten. Fadmadi Purwahyanto ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Sako SPN Kwarcab Klaten.
Kepengurusan Sako SPN juga dilengkapi sejumlah bidang. Bidang tersebut menangani hubungan wilayah, organisasi dan hukum, teknologi informasi dan aplikasi telematika, pendidikan dan dakwah, pembinaan anggota muda, serta pembinaan anggota dewasa.
Wakil Bidang Bina Dewasa Kwarcab Pramuka Klaten Suryanto mengatakan pengurus baru memiliki tanggung jawab untuk menjalankan pembinaan anggota melalui kegiatan kepramukaan. Ia meminta Sako SPN memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam menjalankan program di wilayah Klaten.
“Pelantikan ini menjadi awal amanah pengurus untuk menjalankan pembinaan generasi muda. Kegiatan kepramukaan perlu diarahkan pada pendidikan karakter, keterampilan, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Suryanto.
Suryanto juga meminta Sako SPN tidak hanya menjalankan latihan rutin. Menurut dia, kegiatan dapat dikembangkan melalui program pendidikan karakter, kesehatan, lingkungan, keterampilan, dan kegiatan sosial.
“Jangan berjalan sendiri. Mari kita satukan langkah, kuatkan sinergi, dan bersama-sama membina generasi muda mulai dari hari ini,” katanya.
Ketua Majelis Pembimbing Sako SPN Kwarcab Klaten Muhammad Sigit Winoto mengatakan Majelis Pembimbing akan mendampingi Pimpinan Sako SPN dalam menjalankan program kerja. Pendampingan itu mencakup pengarahan dan dukungan terhadap kegiatan organisasi.
“Pelantikan ini merupakan amanah untuk mengabdi. Majelis Pembimbing akan mendampingi pengurus dalam menjalankan program dan menjaga komunikasi di dalam organisasi,” ujar Sigit.
Sigit mengatakan pembinaan anggota akan mencakup karakter, kepemimpinan, literasi digital, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan. Program pengabdian masyarakat serta kesiapsiagaan menghadapi bencana juga masuk dalam agenda kepengurusan.
Sigit meminta pengurus menjaga komunikasi dan menyelesaikan persoalan organisasi melalui musyawarah. Ia juga mendorong pengurus membangun kerja sama dalam menjalankan setiap program.
“Harapannya Sako SPN menjadi organisasi yang aktif dan terbuka. Kegiatannya dapat dirasakan masyarakat melalui pengabdian dan gotong royong bersama,” katanya.
Sebagai informasi, Sako SPN merupakan wadah kegiatan Gerakan Pramuka berbasis komunitas di bawah naungan LDII. Sako SPN dirintis oleh DPP LDII sekitar akhir 2010. Kegiatannya memadukan pendidikan kepramukaan dengan pembinaan karakter, keterampilan, nilai keagamaan, dan wawasan kebangsaan.














