Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Sentuhan Qur’an

2026/04/20
in Nasehat
0
Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Ya, ada beberapa tokoh dari kalangan Quraisy atau sekutunya, yang awalnya keras menentang, tetapi kemudian luluh dan masuk Islam setelah mendengar dan tersentuh hatinya oleh Al-Qur’an. Kisah-kisah ini sangat kuat sebagai bukti bagaimana kalam Allah menggetarkan, melunakkan dan menembus hati. Kita semua masih mengingat ayat indah ini:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةًۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

“Setelah itu, hati kalian menjadi keras sehingga ia (hati) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar. Ada pula yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya, dan ada lagi yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Baqarah:74)

Dan berikut adalah beberapa contoh hati yang tersentuh indahnya karisma Quran dengan segala keagungannya.

Umar bin Khattab

Pada mulanya, Umar bin Khattab adalah musuh berat Islam. Ia bahkan pernah berniat membunuh Nabi Muhammad ﷺ. Namun, suatu saat, ketika mendengar bacaan Al-Qur’an dari Surah Ṭāhā di rumah adiknya, hatinya bergetar. Ayat yang ia dengar adalah ini:

طٰهٰۚ مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓىۙ

“Ṭāhā. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar engkau menjadi celaka…” (QS. Ṭāhā: 1–2)

Keindahan dan kekuatan ayat itu menghancurkan kesombongannya. Ia pun langsung minta diantarkan menuju Rasulullah ﷺ dan menyatakan keislamannya.

Utbah bin Rabi’ah

Utbah bin Rabi’ah adalah salah satu tokoh elit Quraisy yang diutus untuk “melobi” Nabi Muhammad ﷺ agar menghentikan dakwahnya. Ia diberi kuasa penuh, dengan mencoba menawarkan harta, kedudukan, bahkan wanita. Namun, Nabi ﷺ membalas dengan membacakan awal Surah Fuṣṣilat. Saat mendengar ayat ini:

فَاِنْ اَعْرَضُوْا فَقُلْ اَنْذَرْتُكُمْ صٰعِقَةً مِّثْلَ صٰعِقَةِ عَادٍ وَّثَمُوْدَۗ

“Jika mereka berpaling, katakanlah: Aku telah memperingatkan kalian akan petir seperti yang menimpa ‘Ād dan Ṡamūd” (QS Fusshilat:13)

Utbah bin Rabi’ah terdiam, bahkan menutup mulut Nabi Muhammad ﷺ karena takut. Ia pulang dengan wajah berubah dan berkata kepada kaumnya bahwa itu bukanlah perkataan manusia. Meski tidak langsung masuk Islam saat itu, hatinya sudah tercerahkan, tersentuh sangat dalam—ini menunjukkan kuatnya pengaruh Al-Qur’an.

Tufail bin Amr ad-Dausi

Tufail bin Amr Ad-Dausi adalah seorang penyair dan pemimpin kabilah dari luar Quraisy. Ia berasal dari Yaman. Ketika datang ke Mekkah, ia diperingatkan agar tidak mendekat dan mendengar Nabi Muhammad ﷺ. Namun rasa ingin tahunya membuat ia tetap mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Ia berkata: “Aku adalah penyair, aku bisa membedakan mana sihir dan mana bukan. Demi Allah, ini bukan sihir.” Akhirnya ia masuk Islam dan menjadi da’i bagi kaumnya.

Jubair bin Mut’im

Jubair bin Mut’im saat itu masih kafir. Ia datang ke Madinah dalam konteks permusuhan, setelah peristiwa Perang Badar. Ia datang untuk mengurus tawanan Quraisy yang ditahan oleh kaum muslimin. Namun, ketika mendengar Nabi Muhammad ﷺ membaca Surah At-Tur ayat 35 dalam shalat:

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?” Ia berkata: “Seakan-akan hatiku hampir terbang (karena dahsyatnya ayat itu).” Beberapa waktu kemudian, ia masuk Islam.

Walid bin Mughirah

Walid bin Mughirah adalah tokoh besar Quraisy dan ahli sastra Arab. Ia mendengar Al-Qur’an dan berkata: “Demi Allah, sungguh perkataan ini memiliki keindahan… bagian atasnya berbuah, bagian bawahnya subur… dan ia pasti mengalahkan apa pun di bawahnya.” Namun karena kesombongan dan tekanan sosial, ia tidak beriman. Kisahnya menunjukkan bahwa pengakuan kebenaran belum tentu diikuti keimanan.

Al-Qur’an bukan sekadar bacaan—ia adalah obat. Ia adalah cahaya yang mengobati dan menembus hati, bahkan hati yang keras sekalipun. Ada yang langsung tunduk seperti Umar, ada yang bergetar lalu menyusul seperti Jubair, dan ada pula yang mengakui tapi menolak seperti Walid. Ini mengajarkan bahwa: hidayah bukan soal kecerdasan, tapi kerendahan hati. Jika hati jujur mencari kebenaran, maka satu ayat saja bisa mengubah seluruh hidup. Dan semoga dari 114 Surat dari Al-Quran, ada salah satu surat atau ayat yang menjadikan hati kita lembut, tersentuh dan sembuh, sehingga iman semakin bertambah, menguat dan bercahaya. Dari waktu ke waktu. Amin.

Tags: islamQuran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sentuhan Qur’an April 20, 2026
  • Sekelumit Kartini April 20, 2026
  • Mendes PDT Minta LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan Pangan dan Energi April 18, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.