Makassar (27/10). DPW LDII Sulawesi Selatan menanam lebih dari 1.000 bibit mangrove untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir Lantebung, Makassar, Sulawesi Selatan. Penanaman ini diharapkan membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi sekaligus menjaga habitat berbagai biota. Kegiatan ini melibatkan TNI, pemerintah daerah, yayasan pemerhati lingkungan, dan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi menjaga kelestarian alam.
Kegiatan yang mengusung tagline “Berkarya, Berkontribusi, dan Bersinergi Menanam Mangrove Demi Masa Depan” ini berlangsung di Taman Wisata Mangrove Lantebung, Kamis (22/10/2026). Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf. Nopid Arif, dan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Rizky Saparina Utami serta berbagai yayasan pemerhati lingkungan.
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro menegaskan, penanaman mangrove harus diikuti perawatan agar bibit tumbuh dan memberikan manfaat ekologis. Menurutnya, keberhasilan pelestarian tidak cukup diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga keberlanjutan pertumbuhannya. “Pohon adalah masa depan yang akan dinikmati oleh generasi setelah kita,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pihak menjaga dan merawat mangrove agar tetap tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar penghijauan, melainkan juga bentuk ibadah dan tanggung jawab bersama. Pelestarian mangrove diharapkan dapat mendukung keseimbangan ekosistem pesisir dan menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Kolonel Inf. Nopid Arif mengapresiasi langkah LDII. Ia menilai kolaborasi berbagai komponen bangsa penting untuk memperkuat kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. “Teruslah berkarya dan berkontribusi untuk negara dan bangsa, jadilah contoh bagi orang lain dan komponen-komponen bangsa lainnya,” ujarnya.
Nopid menambahkan bahwa LDII telah berupaya menyatukan beberapa komponen bangsa dalam kegiatan ini. “Peran organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam mendorong kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat persatuan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam Indonesia,” tegas Nopid.

Hal senada disampaikan Rizky Saparina Utami yang menyampaikan bahwa dinasnya akan melibatkan LDII dalam kegiatan pelestarian alam berikutnya. “Terima kasih atas sumbangsih LDII dalam menjaga lingkungan, khususnya hutan mangrove. Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi atas prakarsa dan kontribusi LDII dalam pelestarian lingkungan pesisir,” ujar Rizky.
Mangrove memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir, termasuk membantu mengurangi energi gelombang, menahan sedimen, dan menyediakan habitat bagi biota. Karena itu, pemeliharaan bibit menjadi langkah penting agar penanaman dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Melalui Gerakan 3K, LDII menerapkan nilai Karya, Kontribusi, dan Komunikasi dalam aksi lingkungan. DPW LDII Sulawesi Selatan berharap gerakan ini mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan. Penanaman lebih dari 1.000 bibit mangrove menjadi langkah awal perlindungan pesisir Lantebung. Pemantauan, penyulaman bibit yang mati, dan perawatan berkala diperlukan untuk memastikan mangrove tumbuh serta mendukung kelestarian ekosistem.














