Rembang (20/7). DPD LDII Kabupaten Rembang bersama Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Lasem, Pancur, dan Sluke, menggelar Festival Anak Sholih (FAS) 2026. Kegiatan tersebut dihelat di kompleks Masjid dan TPQ Al-Kautsar, Pancur, Rembang, Jawa Tengah pada Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 175 peserta itu menjadi bagian dari pembinaan generasi penerus melalui kompetisi keagamaan, pendidikan karakter, dan pengembangan kreativitas anak. Festival tersebut juga menjadi ruang silaturahim antarsantri, orang tua, dan para pembina dari berbagai wilayah di Kabupaten Rembang.
Festival dibuka oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Rembang, Edi Winarno. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya regenerasi sebagai bagian dari keberlanjutan dakwah dan pembinaan umat. Menurutnya, kemajuan sebuah peradaban ditentukan oleh keberhasilan menyiapkan generasi penerus yang memiliki ilmu, adab, dan tanggung jawab sosial.
“Generasi muda perlu dibimbing sejak dini agar memiliki kecintaan terhadap ilmu agama sekaligus mampu menghadapi perkembangan zaman. Peran ulama, pendidik, keluarga, dan lingkungan menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan dalam proses pembinaan,” ujar Edi.
Ia juga mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi proses belajar anak sehingga pendidikan yang diperoleh di majelis taklim dapat berlanjut di lingkungan keluarga.
Ketua Panitia Festival Anak Sholih, Choirudin, menjelaskan FAS 2026 mengusung tema “Mewujudkan Generasi Unggul yang Profesional Religius, Sholih-Sholihah, dan Sukses Dunia Akhirat”. Para peserta mengikuti berbagai perlombaan, antara lain membaca Al-Qur’an metode Tilawati, menulis Pegon, adzan, tahfidz Al-Qur’an, Dai Cilik (DaCiL), cerdas cermat, mewarnai, dan kaligrafi.
Menurutnya, rangkaian lomba dirancang sebagai sarana evaluasi hasil pembelajaran selama satu semester sekaligus mengembangkan potensi, bakat, dan kepercayaan diri peserta. “Kami ingin anak-anak menikmati proses belajar melalui kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif. Dari kegiatan ini, mereka belajar berkompetisi secara sportif, menghargai teman, dan terus meningkatkan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Rembang, Moehammad Arief Kamaludin, mengatakan Festival Anak Sholih merupakan bagian dari komitmen LDII dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, pembinaan generasi penerus menjadi salah satu fokus organisasi melalui pendidikan agama, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi di berbagai bidang.
“LDII terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Kegiatan seperti Festival Anak Sholih menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat proses pembinaan tersebut,” ujar Arief.
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua, pengurus, dan para pendidik menjadi faktor penting agar pembinaan berlangsung secara berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan memerlukan kerja sama berbagai unsur, mulai dari keluarga, guru mengaji, mubaligh, hingga para pendidik di lingkungan masyarakat.

