Jakarta (27/10). Koordinator Tim Pernikahan dan Keluarga Bahagia (PnKB) se-DKI Jakarta Raya dan Depok kembali menggelar kegiatan “Pertemuan Single Parent Minat Nikah” (Pasmina) ke-8.0. Acara yang mempertemukan para peserta orang tua tunggal tersebut diselenggarakan di Gedung Serbaguna Pesanggrahan Mbah Man, Rawakuda, Cibubur, Jakarta Timur, pada Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ikhtiar dan wadah silaturahim bagi 200-an peserta single parent yang mencakup perwakilan daerah dari DKI Jakarta, Depok, Bekasi, Karawang, Bogor, Tangerang, Serang, hingga Cilegon.
Anggota Dewan Penasihat (Wanhat) DPP LDII yang menjadi pembicara kunci, KH Edy Suparto, memberikan nasihat pembuka yang menekankan pentingnya keyakinan terhadap janji Allah dalam menjemput rezeki melalui pintu pernikahan. Ia meminta para peserta tidak ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan hanya karena kekhawatiran materi.
“Kita harus yakin dengan dalil, harus yakin dengan firman Allah, harus yakin dengan sabda Rasulullah SAW. Mungkin ada insan yang menunda pernikahan karena kurang yakin. Padahal Allah sudah berfirman, jika kalian dalam kondisi fakir sebelum menikah, Allah nanti yang akan memberikan kekayaan dengan karunia-Nya. Itu harus diyakini,” pesan Edy di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Edy mengingatkan bahwa tolok ukur utama dalam menentukan pasangan bukanlah paras rupa atau kemewahan dunia, melainkan kepahaman agama dan keluhuran akhlak. Mengambil teladan dari kisah sahabat Nabi bernama Julaibib, ia menegaskan bahwa ketaatan spiritual adalah pondasi rumah tangga yang paling kokoh.
“Kecantikan akan pudar, harta akan habis, nasab tidak menjamin surga, tapi akhlak mulia dan agama yang abadi sampai surga. Kalau kamu memilih selain agama dan akhlak, kamu akan rugi. Tapi kalau kamu memilih agama dan akhlak, pasti akan beruntung,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PnKB DPW LDII DKI Jakarta, Muhammad Khoirudin, menyampaikan bahwa tujuan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut diperuntukan bagi para orang tua Tunggal yang hendak mencari pasangan hidup.
“Harapan kami dan Bapak-bapak pembina, dengan diadakannya acara seperti ini, ini salah satu wadah agar single parent yang minat untuk menikah dan dinikah, ini kita wadahi,” ujar Khoirudin di hadapan para peserta dan pembina.
Peserta mengikuti tiga sesi taaruf yang dikemas interaktif melalui seminar dan talkshow edukatif untuk membekali kesiapan mental maupun komunikasi keluarga. Melalui perhelatan rutin ini, PnKB berharap para peserta dapat menemukan pasangan hidup yang selaras demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.














