Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Wamenag RI: Ideologi Jadi Polemik Saat Dibicarakan di Ruang Publik

2022/11/11
in Nasional
1
Balai Litbang Agama dan Diklat Jakarta menggelar bedah buku yang membahas “Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia” karya Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi (10/11). Foto: LINES.

Balai Litbang Agama dan Diklat Jakarta menggelar bedah buku yang membahas “Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia” karya Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi (10/11). Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (11/11). Balai Litbang Agama dan Diklat Jakarta menggelar bedah buku yang membahas “Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia” karya Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi (10/11). Dalam acara yang digelar secara hybrid tersebut, menghadirkan para narasumber yang membahas kontestasi ideologi di media sosial, sekaligus polemik yang menyertainya di ruang publik.

Polemik itu misalnya perang tafsir ayat atau kutipan hadits di media sosial, bahkan terjadi juga perang ideologi. Zainut Tauhid dalam penelitiannya mengupas kasus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) sebelum dibubarkan pemerintah. Ia meneliti bagaimana pertarungan ideologi politik antimainstream diimbangi dengan narasi ideologi politik NU dan Muhammadiyah.

Salah satu pembahas adalah Sekretaris Pengurus Besar Muhammadiyah Prof. Abdul Mukti. Ia mengatakan, ideologi tidak bisa dibendung meski dinyatakan terlarang sekalipun. “Meski demikian, ideologi tidak selalu berbasis agama. Sekarang sangat beragam karena ada media sosial yang menjadi ruang baru yang tidak terjangkau regulasi,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, kontestasi ideologi akan terus terjadi. Menurutnya, ada empat faktor penyebab kontestasi terus terjadi, karena Reformasi 1998 memberikan ruang kebebasan berpendapat yang luar biasa. Padahal di negara muslim lain hal itu dibatasi.

“Ini adalah realitas politik yang menjadi penyubur bagi siapa pun, yang punya gagasan bahkan ekspresi identitas atau ideologi,” ujarnya. Kedua, ruang kebebasan diwadahi teknologi digital. Menurutnya, separuh waktu masyarakat di Indonesia banyak dihabiskan di media sosial. Fenomena tersebut menyebabkan semua orang bisa menyampaikan aspirasi di media sosial.

“Faktor lain, dalam tanda petik, orang berdebat memakai ruang publik menjadi gerakan sistematis. Bisa kita lihat dari konsistensi pengguna media sosial dalam interaksi dialog, bagaimana gagasan disukai atau tidak tetap disampaikan,” kata Abdul Mukti.

Faktor keempat, masyarakat mengakses media untuk mencari ruang pembenaran, browsing hanya untuk justifikasi yang diyakini. Dan hal itu bisa dicari, karena ruang maya bisa diisi oleh siapa saja.

Lalu ditambah juga ada orang yang punya kegelisahan dalam politik dan agama. Ingin belajar agama tapi dari Google, bukan dari sumbernya yang akurasinya tidak dibisa dibenarkan. Apalagi saat ini adalah era post truth, orang bisa mengatakan apa saja meskipun bukan pakarnya. Terutama figur populer yang memiliki banyak follower. Sehingga muncul ustaz instan yang mampu menyampaikan pandangan keagamaan, karena intens memakai tools itu.

Riset pemetaan keberagamaan di kelompok tertentu, menunjukkan sebagian besar mendapat kajian agama dari online, dan ustaznya online. Ini akan menjadi tren ke depan karena belajar online itu mengajarkan fleksibilitas, berbeda dengan majelis taklim.

Ia juga menilai, kalangan Islam tertentu yang memiliki ekspertise dalam medsos, karena mereka tidak punya institusi sosial yang mendukung penyebaran gagasan. Kecenderungan penggunaan internet menimbulkan gejala instan, yakni mempelajari sesuatu secara cepat dan mendapat jawaban secara cepat pula, “Sifatnya fragmentatif, sehingga pemahaman terhadap isu tidak utuh, makanya semangat keberagaman tinggi tapi tidak didukung pemahaman ideologi yang kuat,” paparnya.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani mengatakan dalam pandangannya, ia sepakat bahwa ruang digital telah membuka ruang partisipasi. Mestinya mengedepankan nomokrasi hukum bukan demokrasi bebas yang kontradiktif. Antara narasi yang sering disebut arus utama umat Islam di ruang publik, NU-Muhammadiyah kemudian diversuskan dengan HTI dan FPI.

Menurutnya, jika konteksnya adalah paham kebangsaan untuk menyikapi konsensus kebangsaan, maka harus dibedakan dengan konsep Indonesia bersyariah, “Katakanlah dengan penganut paham khilafah. Mengapa? Karena tidak semua narasi ideologi politik yang diartikulasikan ke ruang publik penegertiannya sama,” ujarnya.

Prinsip bersyariah misalnya, jika itu mewakili aspirasi umat sah-sah saja. Apalagi jika dilakukan dengan saluran tidak melawan hukum dan paham konstitusi. Bukan dengan cara memaksa yang anarkis. “Saya kira jika menggunakan cara-cara yang pasmaka bisa saja. Jangan langsung dicap radikal,” Asrul mengatakan.

Pendapat lain diajukan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Masykuri Abdillah. Ia mengatakan organisasi yang mendukung keberadaan negara seperti NU dan Muhammadiyah, menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan rujukan agama. Sehingga menjadi catatan bagi masyarakat, ingin melaksanakan kegiatan syariah menyesuaikan kultur Indonesia artinya lebih toleran.

Untuk menangkal paham radikal dan ekstrim, menurutnya organisasi-oraganisasi Islam yang besar di Indonesia perlu membuat konten agama yang menjadi acuan masyarakat umum, sehingga tidak rancu dan menjadi perdebatan.

Comments 1

  1. lurah istana says:
    4 years ago

    ajkk min

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nidi Firdaus on Ponpes Wali Barokah Ajak Santri Introspeksi dan Perbanyak Istighfar Sikapi Kemarau Panjang
  • AngkaDH on LDII Kota Depok Hadiri Maulid Perjuangan, Perkuat Semangat Toleransi
  • AngkaDH on Ponpes Wali Barokah Ajak Santri Introspeksi dan Perbanyak Istighfar Sikapi Kemarau Panjang
  • AngkaDH on LDII Jakarta Audiensi Dorong Program PAUD Holistik Integratif dengan Karakter Luhur
  • AngkaDH on Gelar Turnamen Sepak Bola U-35, LDII Karawang Dorong Gaya Hidup Sehat
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
Ponpes Wali Barokah Ajak Santri Introspeksi dan Perbanyak Istighfar Sikapi Kemarau Panjang

Ponpes Wali Barokah Ajak Santri Introspeksi dan Perbanyak Istighfar Sikapi Kemarau Panjang

2
LDII Kota Depok Hadiri Maulid Perjuangan, Perkuat Semangat Toleransi

LDII Kota Depok Hadiri Maulid Perjuangan, Perkuat Semangat Toleransi

1
Zakki Kistoso Pimpin LDII Pacitan Siapkan Tiga Prioritas 100 Hari

Zakki Kistoso Pimpin LDII Pacitan Siapkan Tiga Prioritas 100 Hari

1
Gelar Turnamen Sepak Bola U-35, LDII Karawang Dorong Gaya Hidup Sehat

Gelar Turnamen Sepak Bola U-35, LDII Karawang Dorong Gaya Hidup Sehat

1
Menempatkan Atlet sebagai Human Capital Berharga bagi Negara

Menempatkan Atlet sebagai Human Capital Berharga bagi Negara

September 25, 2026
Sako SPN Klaten Kukuhkan Pengurus Masa Bakti Baru

Sako SPN Klaten Kukuhkan Pengurus Masa Bakti Baru

September 25, 2026
Konsolidasi DPD LDII Tangsel untuk Perkuat Koordinasi Hingga Tingkat PAC

Konsolidasi DPD LDII Tangsel untuk Perkuat Koordinasi Hingga Tingkat PAC

September 25, 2026
Pemkab Tapin Lantik Pengurus FKUB Periode Baru, Ingatkan Jaga Masyarakat Harmonis

Pemkab Tapin Lantik Pengurus FKUB Periode Baru, Ingatkan Jaga Masyarakat Harmonis

September 25, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Menempatkan Atlet sebagai Human Capital Berharga bagi Negara September 25, 2026
  • Sako SPN Klaten Kukuhkan Pengurus Masa Bakti Baru September 25, 2026
  • Konsolidasi DPD LDII Tangsel untuk Perkuat Koordinasi Hingga Tingkat PAC September 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.