Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Pelaku Perundungan Tidak Mampu Rekam Pembelajaran, Ini Solusi dari LDII

2023/10/22
in Nasional
0
bullying anak usia dini memory learning LDII Gerakan PAUD untuk Generasi Emas Menuju Indonesia Maju 2045 Road to Rakernas LDII 2023 LDII

Anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPP LDII Netty Herawaty mengatakan, terdapat ketidaksesuaian antara materi pendidikan yang diberikan bertahun-tahun dengan perilaku anak didik terkait kasus bullying. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (22/10). Kasus bullying yang marak belakangan menjadi sorotan warganet. Pasalnya, para pelaku adalah siswa berprestasi baik akademis maupun non-akademis. Ditemukan juga penelitian bahwa pelaku bullying cenderung anak yang supel, percaya diri, dan pintar.

Menurut Anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPP LDII Netty Herawaty terdapat ketidaksesuaian antara materi pendidikan yang diberikan bertahun-tahun dengan perilaku anak didik, terkait perkembangan usia namun tidak memiliki kemampuan dalam merekam pembelajaran.

Ia memaparkan hal itu pada Webinar “Gerakan PAUD Profesional Religius untuk Indonesia Emas 2045” di Kantor DPP LDII Patal Senayan, Jakarta, Sabtu (21/10). Netty memaparkan, ada dua jenis usia yakni usia perkembangan dan kronologis. Terkait terjadinya bullying, bisa jadi usianya 40 tahun, tapi kemampuan mengendalikan emosional seperti masih di bawah empat tahun, “Proses pembelajaran terdapat learning yang tidak jadi memori,” ungkapnya.

Karena itu, ia menekankan pendidikan perlu membuat metode pembelajaran sampai menjadi memori atau ingatan, terutama pada anak usia dini. Memory Learning itu memiliki tahapan, misalnya proses stimulus yang dibutuhkan pada usia 0-2 tahun. Jika tidak terproses dengan baik maka otak akan memasuki program penghapusan sel sebanyak 50 persen.

“Gagal mengolah setiap detik, Allah mengambil potensi tersebut. Surat At Tin jelas mengatakan, tidak ada anak yang salah cipta, karena Tuhan telah menciptakan sebaik-baiknya anak, dengan kepribadian apa pun,” ujar Netti.

Otak anak begitu lahir ke dunia sudah siap menerima pembelajaran. Menurut Netti, jika tidak diaktivasi, tidak akan muncul fungsinya. “Harus ada stimulusnya. Karena itu pentingnya guru, setiap orang yang berada di samping anak, itu guru,” katanya.

LDII melalui sekolah karakter yang digagas Departemen PUP memiliki tagline, semua rumah adalah sekolah, setiap orang tua adalah guru. Netti mengingatkan, karena itu setiap detik adalah belajar. “Sehingga akan diketahui, manusia yang berperilaku sekarang adalah bagaimana pembelajaran yang tersimpan di memori otaknya,” kata pakar pendidikan anak itu.

Pembinaan karakter yang dilakukan LDII dengan target SDM profesional religius, menurut Netty, sudah sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam UU Sisdiknas Pasal 3, yakni mengembangkan kemampuan, membentuk watak, serta peradaban bangsa. “Adab dulu yang pertama, dan itu ada hubungannya dengan critical thinking. Bukan hanya adab, tapi juga anak sehat, ketakwaan pada Tuhan,” Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Riau.

Ia menambahkan, tujuan pendidikan adalah beribadah. Maka manusia, juga perlu memunculkan kecintaan beribadah, agar anak sejak usia dini mengenali pentingnya beribadah. Selain itu, anak perlu melatih sifat kepemimpinan dan karakter manusia Islam.

Menurut Netty, manusia telah diberi panca indera sejak lahir, maka hal itu bisa menjadi pintu pembelajaran. Prosesnya, informasi pembelajaran diterima indera dari syaraf tepi melalui telinga, kemudian diproses di otak, reaksi, kegiatan berulang, baru tersimpan di memori.

Pembelajaran tidak bisa menggunakan lembar kerja, karena otak melalui proses ingatan berulang. “Kemampuan membaca muncul, karena otak telah menyimpan hal itu dan anak ingat, lalu ia tinggal mengucapkan,” tutur mantan Ketua Himpaudi tersebut.

Prinsip mendidik anak usia dini, yang perlu dikembangkan adalah penemuan si anak itu sendiri, sehingga anak jadi menjadi termotivasi. Anak memiliki mirror-neuron, sehingga ia juga belajar melalui contoh. “Anak yang berakhlakul karimah, berarti guru dulu yang harus memiliki akhlak tersebut atau orang-orang di sekolah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, jika anak belajar dengan kekerasan dan ancaman, justru mengganggu proses belajar dan kepribadian anak. “Ia mencontohkan, masalah di usia dini seperti tokoh Joker di filmnya, menjadi penyebab ia mengalami masalah kepribadian,” kata Netty.

Netty memberi tips, pembelajaran juga bisa diawali dengan permainan yang memiliki konsep. Ia mengatakan, di PAUD-nya anak dikenalkan pembelajaran 29 karakter luhur melalui proses bermain. Tujuannya, anak mengenali konsep tersebut dan mampu praktek dalam kehidupan sehari-hari.

Tags: Anak Usia DiniGerakan PAUDldiiPembinaan KarakterPendidikan AnakRoad to Rakernas LDII 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • ihsanudin udin on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Subandi Yanto on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Azizs on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Mulyadi Safwan on Bentuk Karakter Luhur Generasi Muda, LDII Kota Palembang Helat Perkemahan CAI
  • Angka DH on LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

July 23, 2026
LDII Perkuat Sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah

LDII Perkuat Sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah

July 21, 2026
LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

July 22, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

3
LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

2
MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

2
LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

1
Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar

Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar

July 26, 2026
Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah

Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah

July 26, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

July 25, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar July 26, 2026
  • Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah July 26, 2026
  • DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda July 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.