Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Rutin Diterjang Banjir dan Longsor, LDII Ungkap Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

2024/03/17
in Artikel, Nasional
0
giat LDII

Bencana hidrometeorologi kini tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan di Semarang, banjir menggenangi 30 kelurahan di enam kecamatan. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Bencana hidrometeorologi kini tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan di Semarang, banjir menggenangi 30 kelurahan di enam kecamatan.

Terbaru, di Demak, banjir menggenangi 44 desa di delapan kecamatan. Lantas, bagaimana strategi mitigasinya?

Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Atus Syahbudin mengungkapkan, Indonesia rentan ditimpa bencana hidrometeorologi karena memiliki topografi permukaan serta kondisi fisik dan kimiawi bebatuan yang beraekaragam. “Sisi positifnya, menghasilkan tanah subur. Namun, dampak negatifnya, memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan,” imbuh Atus yang juga Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Selain itu, Atus menjelaskan, pemicu lainnya bencana hidrometeorologi adalah aktivitas dan jumlah manusia yang terus meningkat. “Serta abainya upaya pelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Akibatnya, luasan hutan di Indonesia semakin berkurang. “Sementara itu, laju pembangunan dan pengusahaan sumber daya mineral terus meningkat. Sehingga, cenderung merusak ekosistem dan membuat alam semakin melemah,” urai Atus.

Meskipun di pusara bencana, pemerintah dan masyarakat dapat memitigasi banjir dan longsor itu. Mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, “Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mendorong berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujar Atus.

Misalnya, sejak 2012 digulirkan Program Kampung Iklim (ProKlim). Dimulai dari tingkat tapak, yakni dusun atau kelurahan di pedesaan atau RW atau kelurahan di perkotaan. “Dengan demikian, aksi adaptasi dan mitigasi terhadap dampak negatif perubahan iklim dapat dilakukan, termasuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk memitigasi risiko bencana, diperlukan analisis terhadap ancaman, kerentanan, kapasitas dan risiko. “Ancaman atau bahaya, adalah penyebab celaka, cidera, serta hilangnya harta benda dan nyawa,” jelasnya.

Implementasinya, diperlukan sesegera mungkin, beberapa peta zonasi daerah rawan bencana. “Seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Validasinya melalui kejadian sesungguhnya. Dengan tingkat ancaman rendah, sedang, atau tinggi, tergantung irisan antara indeks penduduk terpapar dan indeks ancaman,” ujarnya mengutip Sularso et al. (2021).

Selanjutnya, kerentanan adalah rangkaian keadaan sosial, fisik dan sikap yang memengaruhi masyarakat bertindak guna pencegahan, persiapan, mitigasi, dan tindakan. “Aspek kerentanan beserta bobotnya difokuskan pada empat hal. Pertama adalah aspek sosial, yakni berupa kepadatan penduduk 60%, dan kelompok rentan 40% (rasio jenis kelamin, kelompok usia, penduduk miskin dan cacat),” jelas Atus.

Selanjutnya kerentanan ekonomi terkait lahan produktif 60% dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 40%. Lalu kerentanan fisik yang berasal dari keadaan rumah 40%, fasilitas umum 30%, dan fasilitas kritis 30%. “Yang terakhir adalah kerentanan lingkungan yang meliputi hutan lindung 40%, hutan alam 40%, hutan bakau 10%, dan semak belukar 10%,” katanya.

Selain tingkat ancaman dan kerentanan, kapasitas dan risiko dipertimbangkan pula dalam upaya mitigasi bencana. Kapasitas merupakan kemampuan menanggapi situasi melalui sumber daya manusia, fisik, dan keuangan yang tersedia.

“Kapasitas ini dapat berwujud aturan dan kelembagaan, cerita antar generasi, pelatihan kebencanaan, dan peringatan dini. Kemudian kajian risiko bencana, penanggulangan bencana, dan/atau peningkatan kesiapsiagaan semua lini,” ungkap Atus.

Sedangkan risiko ialah potensi kerugian yang terjadi akibat bencana pada suatu wilayah kurun waktu tertentu (P2MB). Tingkat risiko apakah rendah, sedang, tinggi dicermati pada titik pertemuan antara tingkat kerugian dan tingkat kapasitas.

Kontribusi LDII

Atus menjelaskan, melalui kampanye penanaman pohon (go green), LDII telah mengajak warganya di seluruh Indonesia menanam lebih dari 3,5 juta pohon. “Tahun 2023, LDII memapankan arboretum di lereng utara Gunung Lawu, untuk konservasi insitu plasma nutfah flora pegunungan,” imbuh Atus.

Selain itu, ia mengungkapkan, di ekosistem perairan, LDII melakukan transplantasi terumbu karang, di Banten. “Kami juga aktif melestarikan hutan mangrove di Kalbar, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bangka Belitung, Kaltim, Sulsel, dan lainnya,” rinci pengurus Departemen Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL) DPP LDII itu.

Sementara itu, beberapa kampung proklim dan pondok pesantren (ponpes) dalam naungan LDII mengembangkan tanaman herbal, seperti jahe, kunir dan kencur. “Dengan semakin luas tutupan pepohonan dan vegetasi tersebut memungkinkan bumi mampu mencegah terjadi kekeringan di musim kemarau, serta bencana banjir dan longsor di musim penghujan,” jelas Atus.

Bahkan, hasil panen tanaman herbal menyokong pula kemandirian ponpes dengan menyediakan secara rutin minuman kesehatan bagi para santrinya.

Selanjutnya, untuk melestarikan lingkungan hidup, termasuk mengurangi bencana hidrometeorologi pada satuan pemukiman, DPP LDII telah menyosialisasikan upaya adaptasi dan mitigasi proklim secara hybrid dalam webinar “Hanya Satu Bumi: Proklim untuk Kehidupan Berkelanjutan”, pada Juli 2022 lalu.

Pada waktu itu, DPP LDII bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), IPB, UGM, dan Kampung Proklim Lestari Desa Sambak, Magelang, Jawa Tengah, berupaya membumikan pengembangan proklim di seluruh Indonesia.

Program Kampung Iklim KLHK tersebut kini telah disempurnakan oleh LDII. Inovasinya berupa pengembangan kampung iklim atau komunitas iklim berbasis masjid dan gerakan pramuka Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN).

Kisah sukses terobosan LDII ini dapat ditemui di Kampung Proklim Utama Girikerto Ngawi, Kampung Proklim Utama RW5 Pekanbaru Riau dan Kampung Proklim Sangurejo Sleman.

“Pada akhir tahun 2023, Kampung Proklim Sangurejo menerima studi tiru dari Ethiopian Muslims Relief and Development Association (EMRDA), Norwegian Church Aid (NCA), Universiti Putra Malaysia (UPM), dan Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,” pungkas Atus.

Tags: bencana hidrometeorologicuaca ekstrimldiimitigasi bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Suprianto on Ketua Umum DPP LDII Ajak Pelajar SMP Al-Shiddiqi Jadi Generasi Berkarakter
  • Nidi Firdaus on Siap Berkolaborasi, Pemprov dan MUI NTT Dukung Program Kerja LDII
  • Amiril Juaini on Apa Itu Murur dan Tanazul? Ini Penjelasan Musyrif Diny
  • yanto on Apa Itu Murur dan Tanazul? Ini Penjelasan Musyrif Diny
  • Dharmajaya on Cemburu
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

May 21, 2026
Musyrif Diny PPIH Arab Saudi, KH Sabela Rosyada

Apa Itu Murur dan Tanazul? Ini Penjelasan Musyrif Diny

May 21, 2026
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak

Dam Tamattu’ Tembus 126 Ribu, Kemenhaj: Peningkatan Luar Biasa

May 23, 2026
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf

Sidak Tenda Arafah, Amirulhaj Peringatkan KBIHU yang Melanggar

May 23, 2026
Musyrif Diny PPIH Arab Saudi, KH Sabela Rosyada

Apa Itu Murur dan Tanazul? Ini Penjelasan Musyrif Diny

11
Mensyukuri Nikmat di Atas Piring: Mengingat Peran Petani Padi

Mensyukuri Nikmat di Atas Piring: Mengingat Peran Petani Padi

6
DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya

DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya

6
Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

6
Tentukan Idul Adha, LDII Banyuwangi Terjunkan Tim Rukyatul Hilal di Pantai Pancur

Tentukan Idul Adha, LDII Banyuwangi Terjunkan Tim Rukyatul Hilal di Pantai Pancur

May 26, 2026
LDII dan MUI Sulut Perkuat Kolaborasi untuk Pembinaan Umat

LDII dan MUI Sulut Perkuat Kolaborasi untuk Pembinaan Umat

May 26, 2026
LDII Manokwari Barat Bekali Warga Teknik Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat dan Standar Kesehatan

LDII Manokwari Barat Bekali Warga Teknik Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat dan Standar Kesehatan

May 26, 2026
Ponpes Wali Barokah Hadiri Sosialisasi Kurban Sehat dan Halal dari LDII Jatim

Ponpes Wali Barokah Hadiri Sosialisasi Kurban Sehat dan Halal dari LDII Jatim

May 26, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Tentukan Idul Adha, LDII Banyuwangi Terjunkan Tim Rukyatul Hilal di Pantai Pancur May 26, 2026
  • LDII dan MUI Sulut Perkuat Kolaborasi untuk Pembinaan Umat May 26, 2026
  • LDII Manokwari Barat Bekali Warga Teknik Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat dan Standar Kesehatan May 26, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.