Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Wawasan Tahukah Anda

Waspada Lalat di Makanan Bisa Picu Penyakit Ini!

2025/04/14
in Tahukah Anda
0
Banyak orang masih menganggap remeh lalat yang hinggap pada makanan. Gambar: LINES.

Banyak orang masih menganggap remeh lalat yang hinggap pada makanan. Gambar: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Banyak orang masih menganggap remeh lalat yang hinggap pada makanan. Padahal, menurut Mikhael Yosia, dokter alumni Universitas Indonesia dan University of Melbourne, risiko kesehatan dari makanan yang telah dihinggapi lalat bisa sangat serius. Meski hanya bersentuhan sepersekian detik, lalat bisa menjadi perantara ratusan jenis kuman berbahaya.

“Banyak orang lebih jijik melihat kecoa, padahal lalat jauh lebih kotor. Mereka hinggap di sampah, kotoran, bahkan bangkai, lalu berpindah ke makanan kita,” kata Mikhael.

Dalam tubuh seekor lalat, setidaknya terdapat lebih dari 300 jenis mikroorganisme, mulai dari bakteri, virus, hingga parasit. Mikroorganisme tersebut kebanyakan menempel di kaki dan sayap lalat. Ketika mereka hinggap di makanan, kuman berpindah dalam hitungan detik.

“Sekali hinggap, makanan bisa langsung terkontaminasi. Kalau langsung dimakan, infeksi bisa terjadi dalam tubuh,” jelas Mikhael. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain diare, disentri, tipes, kolera, hepatitis A, hingga infeksi mata dan kulit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa lalat rumah adalah vektor dari berbagai penyakit serius. Bahkan, hanya satu ekor lalat yang hinggap sudah cukup untuk menimbulkan gangguan kesehatan, tanpa perlu menunggu kawanan lalat berdatangan.

Jadi, apakah makanan yang dihinggapi lalat masih boleh dimakan?

Menurut Mikhael, sebaiknya tidak. “Risikonya terlalu besar. Apalagi kalau makanan tersebut tidak dimasak ulang. Kalau masih mentah atau disajikan terbuka, langsung buang saja,” tegasnya.

Selain membawa kuman, lalat juga berisiko meninggalkan telur mikroskopis pada makanan. Jika ikut tertelan, telur tersebut bisa menetas dalam sistem pencernaan dan memicu masalah kesehatan serius.

Lalu, bagaimana mencegah lalat mendekat ke makanan?

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah lalat hinggap pada makanan. Mikhael menyarankan pendekatan menyeluruh, dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga menyimpan makanan dengan benar.

“Jaga dapur tetap bersih, simpan makanan di wadah tertutup, dan pastikan tempat sampah selalu ditutup rapat,” katanya. Memasang kipas angin di ruang makan juga bisa menjadi strategi efektif karena lalat tidak suka dengan hembusan angin yang terus bergerak.

Selain itu, beberapa tanaman seperti peppermint, daun thyme, sereh wangi (citronella), dan daun eukaliptus dikenal ampuh mengusir lalat secara alami. Menempatkan tanaman ini di dapur atau ruang makan bisa jadi solusi tambahan untuk menghalau serangga.

Dengan menjaga kebersihan dan berhati-hati terhadap kontaminasi lalat, masyarakat diimbau untuk lebih waspada agar tidak mengorbankan kesehatan hanya karena sepotong makanan, “Kalau lalat sudah hinggap, lebih baik jangan ambil risiko,” tutup Mikhael. (FWI/LINES)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 10
  • Isnanto on Berbagi Takjil Saat Ramadan, DPP LDII Tingkatkan Kepedulian Sosial Generasi Muda
  • Sudarmanto on Bersyukur, Kunci Bertambahnya Nikmat dari Allah SWT
  • Sudibyo on Lantik Pengurus LDII Sultra 2025-2030, Ketum DPP LDII Tekankan Penguatan SDM Unggul
  • Ustad yulianto on Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

February 23, 2026
Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

February 24, 2026
LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

February 24, 2026
Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

February 24, 2026
Renungan Hari 8

Renungan Hari 8

3
Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

3
Renungan Hari 9

Renungan Hari 9

2
Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

2
Bupati Banyuwangi Safari Ramadan Bersama LDII, Tekankan Program ASRI Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Safari Ramadan Bersama LDII, Tekankan Program ASRI Banyuwangi

February 28, 2026
Mensyukuri Nikmat Kecil, Jalan Menuju Keselamatan Iman

Mensyukuri Nikmat Kecil, Jalan Menuju Keselamatan Iman

February 28, 2026
Renungan Hari 10

Renungan Hari 10

February 28, 2026
solok safari

Pemkot Solok Sampaikan Program Pembangunan dan Layanan Publik Saat Safari Ramadan

February 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Bupati Banyuwangi Safari Ramadan Bersama LDII, Tekankan Program ASRI Banyuwangi February 28, 2026
  • Mensyukuri Nikmat Kecil, Jalan Menuju Keselamatan Iman February 28, 2026
  • Renungan Hari 10 February 28, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.