Jakarta (11/1). Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf memberikan pembekalan sekaligus membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1447H/ 2026 M, di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta Timur.
Menhaj Irfan Yusuf menyebut berbagai kompetensi akan diberikan saat Diklat yang akan dilaksanakan pada 10-30 Januari 2026, mulai dari kemampuan administrasi, etika pelayanan, hingga penguasaan bahasa Arab, “Hal ini sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan Haji 2026 sekaligus memperkuat layanan haji nasional,” ujarnya.
Menteri Irfan Yusuf menyampaikan, tahun 2026 menjadi periode krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai dinamika, antara lain perubahan regulasi, penyesuaian sistem pelayanan di Arab Saudi, serta semakin beragamnya karakteristik jamaah dari sisi usia, kondisi kesehatan, dan latar belakang sosial.
Ia juga menegaskan, Indonesia merupakan negara dengan kuota jamaah haji terbesar, yakni mencapai 221 ribu orang. Dengan jumlah tersebut, para petugas dituntut memiliki komitmen tinggi untuk mengutamakan pelayanan kepada jamaah. “Belajar dari pengalaman penyelenggaraan haji sebelumnya, diklat kali ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tugas dan peran petugas di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi ke depan menuntut kesiapan petugas yang adaptif, profesional, serta berorientasi pada penyelesaian masalah.
“Tahun-tahun yang lalu memang banyak keluhan dengan petugas haji, walaupun saya tahu juga banyak petugas haji yang sangat luar biasa dedikasinya. Saya melihat beberapa petugas tidur di lorong-lorong tenda Mina karena tidak dapat tempat, tapi juga saya harus akui bahwa tahun lalu banyak petugas haji juga yang tidak tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.
Karena itu, melalui kegiatan pendidikan ini, para peserta dibekali pemahaman terkait kebijakan penyelenggaraan haji yang terus mengalami perkembangan. “Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji, niatkanlah berangkat sebagai pelayan tamu-tamu Allah. Insya Allah, jika ada rezeki, jika ada peluang, tentu kalian juga bisa ikut melaksanakan ibadah haji,” kata Irfan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengimbau para peserta untuk mengedukasi keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat agar menunaikan ibadah haji melalui jalur resmi, guna menghindari risiko menjadi korban praktik yang merugikan.
“Tahun kemarin banyak korbannya, hanya haji sampai di Madinah, hanya haji sampai di Jeddah, hanya haji di Mina, tidak sampai ke Arafah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede serta di kawasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Ia menambahkan, para petugas nantinya akan ditempatkan di berbagai lokasi, seperti Mekkah, Madinah, daerah kerja bandara, serta sektor-sektor layanan lainnya.
“Pada kesempatan pagi hari ini dipersiapkan untuk menampung sejumlah 1.636 peserta. Alhamdulillah sampai pagi tadi yang sudah hadir sejumlah 1.501 orang, sebagian masih di perjalanan dan insyaa Allah pada pagi hari ini sudah bisa masuk asrama semua,” tutupnya











