Jakarta (4/2). Sekolah Karakter Baitul A’laa naungan PAC LDII Makasar, menggelar Ikhtibar Tahfidzul Quran di Masjid Baitul A’laa, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (31/1). Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta, mulai dari tingkat PAUD hingga SD, sebagai bentuk evaluasi pencapaian hafalan Al Quran para santri.
Pembina Tahfidzul Qur’an Sekolah Karakter Baitul A’laa, Wahyu Eko Prihanto, menyampaikan, target pendidikan ini tidak hanya terpaku pada penguasaan hafalan, tetapi juga pembentukan karakter, “Harapan kami, anak-anak tahfidz bukan hanya menguasai hafalan Al Quran, namun juga memiliki akhlakul karimah yang mulia. Dengan begitu, mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi muda lainnya, tidak sekadar menghafal saja,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, ikhtibar ini merupakan agenda tahunan rutin Sekolah Karakter Baitul A’laa sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. “Kegiatan ini penting untuk mengevaluasi sejauh mana hafalan mereka, sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperdalam pemahaman terhadap Al Quran,” tambahnya.
Acara tersebut dihadiri oleh pengurus LDII Bekasi, para ustadz dan ustadzah yang bertindak sebagai juri, serta para orang tua (wali santri) yang memberikan dukungan terhadap proses belajar anak-anak mereka.
Senada dengan Wahyu, Ketua Yayasan Sekolah Karakter Baitul A’laa, Akbar Jumadi, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, Ikhtibar Tahfidzul Qur’an bertujuan mengembangkan potensi anak agar menjadi generasi yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia.
“Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai upaya pembinaan generasi muda agar memiliki pondasi keagamaan yang kuat serta siap menghadapi tantangan di masa depan,” ungkap Akbar.
Akbar menjelaskan, program ini sejalan dengan program pemerintah dalam mencetak generasi unggul. Sebagai bentuk apresiasi, pihak yayasan memberikan hadiah berupa Al Quran gratis kepada para santri yang dinyatakan lulus ujian.
“Generasi muda inilah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa, maka kegiatan keagamaan seperti ini harus terus didukung. Pemberian hadiah Al Quran ini bertujuan agar mereka lebih semangat lagi dalam menghafal,” imbuhnya.
Menutup keterangannya, Akbar menegaskan, pendidikan tahfidz sejak dini adalah kunci membangun karakter yang kuat dan religius. “Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mencetak generasi yang Profesional Religius, sesuai dengan visi LDII,” pungkasnya.











