Oleh Ust. Midhal Faiz
Dalam perjalanan hidup, tidak sedikit orang yang merasa bahwa kehidupannya berjalan begitu-begitu saja. Usaha sudah dilakukan, doa terus dipanjatkan, namun hasil yang dirasakan seolah belum sesuai harapan. Dari perasaan itulah, tanpa disadari, muncul keluhan di dalam hati.
Bahkan, ada kalanya seseorang merasa Allah tidak adil, kurang memberi, atau seakan tidak menyayangi hamba-Nya. Perasaan seperti ini mungkin tidak diucapkan secara lisan, tetapi bisa tumbuh perlahan dalam hati apabila tidak disikapi dengan benar.
Padahal, jika direnungkan lebih dalam, bukan Allah yang kurang memberi, melainkan manusia yang sering kali kurang menyadari nikmat-Nya.
Dalam sebuah nasihat oleh Ust. Midhal Faiz Al Prima dalam tayangan Oase Hikmah LDII TV, disampaikan bahwa setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu tanpa henti, Allah SWT senantiasa melimpahkan nikmat kepada hamba-Nya. Pemberian nikmat tersebut bersifat sempurna, tidak ada yang terlewat, dan telah ditetapkan sesuai dengan qadar masing-masing.
Allah SWT berfirman dalam Surah Luqman ayat 20:
“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya yang lahir dan yang batin.”
Ayat ini menegaskan bahwa nikmat Allah tidak hanya berupa hal-hal yang tampak secara kasat mata, seperti kesehatan, rezeki, dan keselamatan, tetapi juga nikmat batin berupa ketenangan, iman, serta kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
Sering kali manusia lebih fokus pada apa yang belum dimiliki, sehingga lupa mensyukuri apa yang telah diterima. Padahal, nikmat yang diberikan Allah kepada kita jauh lebih banyak dibandingkan yang tidak kita miliki.
“Sebagai contoh, saat ini banyak di antara kita yang diberi nikmat sehat. Kita dapat beraktivitas, bekerja, dan beribadah dengan baik. Sementara itu, di luar sana terdapat banyak orang yang harus menerima ketetapan sakit, menjalani perawatan, bahkan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi mendapatkan kembali kesehatan,” ungkapnya.
Dari sini, menjadi penting bagi kita semua untuk melatih diri agar senantiasa bersyukur. Karena Allah SWT telah memberikan janji yang sangat jelas, bahwa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat, sedangkan kufur nikmat dapat mengundang murka-Nya.
Ketika hidup terasa “gitu-gitu saja”, bisa jadi itu adalah bentuk nikmat ketenangan dan kestabilan yang sering luput disadari. Oleh karena itu, mari kita bertanya pada diri sendiri: sudah sejauh mana kita mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan?
Dengan memperbanyak rasa syukur, insya Allah nikmat akan terus ditambah, dan kehidupan dijalani dengan hati yang lebih tenang serta penuh keberkahan.
Tayang juga di youtube LDII TV:













