Manokwari (2/6). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua Barat menyembelih 52 ekor sapi dan empat ekor kambing kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi warga serta bantuan pemerintah daerah.
Ketua LDII Papua Barat, H. Suroto, mengatakan puluhan hewan kurban tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Papua Barat, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manokwari, yakni 14 ekor sapi. “Pada tahun ini, jumlah hewan kurban di Papua Barat mencapai 52 ekor sapi dan empat ekor kambing. Alhamdulillah seluruh hewan dalam kondisi sehat karena dibeli langsung dari peternak,” kata Suroto.
Menurutnya, warga yang berkurban umumnya menabung selama satu tahun, baik secara kelompok maupun pribadi. Suroto menuturkan, proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban dilakukan secara bertahap guna memastikan daging yang diterima masyarakat dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Dalam pelaksanaannya, panitia juga melibatkan petugas dari dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dan kualitas daging sebelum dibagikan kepada masyarakat. “Ada tim dari Dinas Ketahanan Pangan yang melakukan pemeriksaan, mulai dari hati hingga kondisi dagingnya. Kalau layak konsumsi tentu dibagikan, sedangkan yang tidak layak langsung dipisahkan,” jelasnya.
Sementara itu pelaksanaan Iduladha, Masjid Al-Mubarok juga menerima tambahan satu ekor sapi kurban dari Bupati Manokwari. Bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh jamaah dan menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian sosial.
Melalui pelaksanaan kurban tersebut, Masjid Al-Mubarok Fanindi tidak hanya menjalankan syariat Islam, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan kebersamaan antarwarga. Momentum Idul Adha diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. “Nilai-nilai pengorbanan, berbagi pada sesama dan keikhlasan harus kita kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pelaksanaan kurban nilai-nilai itu kita laksanakan dengan semangat bergotong royong,” ujar Suroto.










