Jakarta (2/3). Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta, KH Ma’mun Al Ayyubi mengapresiasi semangat para pemuda yang memakmurkan masjid. Ia berharap LDII dapat terus menjadi mitra strategis DMI dan pemerintah, serta aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI, dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Pernyataan ini ia sampaikan di hadapan warga LDII dalam rangkaian acara Safari Ramadan 1447 H. Kegiatan yang dihelat DPD LDII Jakarta Utara tersebut dihelat di Masjid Nurul Fajar, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (27/2/2026).
KH Ma’mun Al Ayyubi, saat tausiah juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari implementasi nilai puasa, “Umat Islam bangga jika wilayahnya aman dan tenteram. Sebaliknya, akan terganggu jika lingkungannya tidak kondusif,” ujarnya.
Ramadan, menurutnya, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kedisiplinan, pengendalian diri, serta menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti gibah, fitnah, sumpah palsu, dan penyebaran hoaks melalui media sosial.
KH Ma’mun juga mengingatkan generasi muda agar tidak malu memakmurkan masjid. Menurutnya, pemuda yang aktif di masjid merupakan kebanggaan keluarga dan aset umat. Ia mengapresiasi dominasi generasi muda LDII dan warga sekitar yang hadir dalam Safari Ramadan tersebut, “Umat Islam akan merasa bangga apabila tanah airnya maju dan aman. Sebaliknya, umat Islam akan merasa terganggu apabila negerinya terganggu,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat tersebut perlu diturunkan dalam lingkup yang lebih kecil, termasuk di wilayah Kecamatan Cilincing. Menurutnya, masyarakat akan bangga jika lingkungannya aman, nyaman, dan tenteram, serta prihatin apabila terganggu oleh tindak kriminalitas maupun tawuran.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sandjaya, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis yang sulit tergantikan di bulan-bulan lainnya. Menurutnya, kegiatan silaturahmi seperti Safari Ramadan lebih efektif dilaksanakan di bulan suci karena suasana kebersamaan dan keterbukaan lebih terasa.
“Momentum ini kita manfaatkan untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan menyampaikan informasi kepada warga, agar mengetahui kondisi yang berkembang saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Safari Ramadan di Masjid Nurul Fajar merupakan rangkaian kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Kanzil Ilmi, Penjaringan, yang dibuka oleh Ketua PCNU Kota Jakarta Utara KH Agus Muslim sekaligus Sekretaris Umum MUI Jakarta Utara. Rangkaian Safari Ramadan ini direncanakan berlangsung di lima masjid dan akan ditutup di Masjid Nurul Islam, Warakas.

Pudya juga mengingatkan kembali konsep pembinaan yang selama ini menjadi pedoman LDII, yakni ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan taqabul dalam membangun ukhuwah. Selain itu, LDII mengedepankan prinsip “3K” dalam berdakwah dan bersosialisasi, yaitu karya, komunikasi, dan kontribusi.
Sementara itu, Ketua PC LDII Cilincing, Fuad Al Akbar yang menjadi tuan rumah acara, menyampaikan warga PC LDII Cilincing khususnya, dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan berpegang pada prinsip “Panca Sukses Ramadan” yang menjadi pedoman pembinaan warga LDII setiap tahun.
Lima sukses tersebut meliputi sukses puasa, sukses salat tarawih, sukses tadarus Al Quran, sukses i’tikaf untuk meraih Lailatul Qadar, serta sukses menunaikan zakat fitrah. Ia menambahkan, di masjid-masjid LDII, kegiatan Ramadan diisi dengan pembinaan intensif, termasuk tadarus dan pengajian setelah salat tarawih, “Kami berharap Ramadan tahun ini dan seterusnya membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi kita semua,” tuturnya.













