Kediri (25/3). Ponpes Wali Barokah bersama DPD LDII Kota Kediri menggelar acara “Media Gathering dan Buka Puasa Bersama”. Acara tersebut dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan online se-Kota Kediri.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wistram Ponpes Wali Barokah pada Senin (16/3/2026). Pertemuan dengan insan media itu, bertujuan untuk memperkuat sinergi dan keterbukaan informasi kepada publik, mengenai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang dijalankan oleh pondok pesantren.
“Media massa adalah mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama dan kontribusi organisasi bagi pembangunan kota,” ujar Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto.
Ia menyadari keberhasilan berbagai program LDII di Kota Kediri tidak lepas dari peran rekan media yang membantu menyampaikan syiar, dan pesan perdamaian kepada masyarakat luas, “*Media gathering* ini adalah bentuk apresiasi kami sekaligus upaya untuk terus duduk bersama dalam menjaga kondusivitas informasi di Kota Kediri,” ujar Agung Riyanto.
Riyanto menambahkan LDII berkomitmen untuk selalu terbuka dan kolaboratif dengan insan pers, untuk memastikan arus informasi yang akurat dan edukatif bagi warga. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara LDII dan media dalam menyebarkan pesan positif kepada masyarakat.
“Media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik. Kami berharap sinergi yang terjalin ini dapat terus ditingkatkan, sehingga berbagai program pembinaan umat dan kegiatan sosial yang dilakukan LDII dapat diketahui secara luas oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam berbagai kesempatan, tidak hanya dalam kegiatan formal tetapi juga dalam interaksi yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, menyampaikan pesantren kini bukan lagi lembaga yang tertutup. Menurutnya melalui silaturahim dengan wartawan, masyarakat dapat melihat lebih dekat proses pendidikan karakter dan kemandirian yang diterapkan di dalam pondok.

“Pesantren adalah bagian dari masyarakat. Kami ingin rekan-rekan media melihat bahwa di sini, selain mempelajari ilmu agama, para santri juga dibekali dengan wawasan kebangsaan dan keterampilan hidup. Kerja sama dengan wartawan sangat penting agar wajah pesantren yang ramah dan inklusif dapat terus terjaga,” ungkapnya.
Ia juga berterima kasih atas dukungan media yang selama ini aktif meliput kegiatan sosial pesantren. Seperti penyaluran bantuan sembako dan aksi kemanusiaan lainnya yang rutin dilakukan setiap Ramadan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan wartawan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka agar informasi tentang kegiatan pondok dan LDII dapat tersampaikan secara baik dan berimbang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang objektif dan membangun kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.












