Manado (31/3). Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Sulawesi Utara melakukan pemantauan hilal 1 Syawal 1447 H. Mereka berpartisipasi dalam pemantauan hilal yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara di kawasan MTC Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (19/3/2026).
“Kami berupaya menyiapkan semua sejak dini, sehingga saat waktu pengamatan tiba, tidak ada lagi kendala teknis yang mengganggu,” ujar Ketua DPW LDII Sulawesi Utara, Djafar Wonggo.
Sejak lebih awal, lanjutnya, tim telah merampungkan berbagai persiapan teknis—mulai dari alat optik hingga perangkat pendukung lainnya. “Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pengamatan berjalan tanpa hambatan ketika waktu rukyat tiba, sebuah fase krusial yang kerap menentukan awal bulan Syawal,” jelasnya.
Ia menilai, kehadiran DPW LDII Sulawesi Utara dalam kegiatan ini bukan sekadar partisipasi simbolik. Mereka bergabung langsung dengan tim Kementerian Agama dalam proses yang menjadi rujukan penting bagi penetapan hari raya Idul Fitri—sebuah titik temu antara pendekatan ilmiah, data astronomi, dan pertimbangan keagamaan.
“Namun, sebagaimana lazimnya proses rukyat, hasil pengamatan di lapangan belum menjadi keputusan final. Data yang dihimpun dari berbagai titik di Indonesia akan dibawa ke sidang isbat pemerintah pada malam hari, sebelum ditetapkan secara resmi kapan 1 Syawal 1447 Hijriah dimulai,” pungkasnya.
Pemantauan ini melibatkan lintas unsur strategis di daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Sulawesi Utara, Tim Hisab Rukyat Sulut, perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sulawesi Utara, serta jajaran DPW LDII Sulawesi Utara.

