Serang (6/4). Memperingati Idul Fitri 1447 H, DPW LDII Banten menghadiri halal bihalal yang digelar oleh Musyawarah Pimpinan Gereja (Muspija) Banten di Sanghyang Sirah Room, Le Semar Hotel, Kota Serang, Banten. Acara yang bertujuan mempererat silaturahim dan menjaga ukhuwah tersebut berlangsung pada Rabu (1/4).
Ulama kharismatik dari Cidahu, Pandeglang, Banten, Abuya Muhtadi memimpin acara halal bihalal itu. Ia mengingatkan para tamu undangan agar jangan sampai melupakan dasar negara Republik Indonesia yaitu Pancasila.
“Dasar negara Indonesia yaitu Pancasila, namun jangan sampai kita melupakan pancasila. Garuda Pancasila akulah pendukungmu patriot proklamasi sedia berkorban untukmu,” seru putra almarhum Abuya Dimyati dilanjutkan menyanyikan lagu Garuda Pancasila yang diikuti oleh para tamu undangan.
Dalam naskah fatwanya tentang Pancasila yang diterbitkan pada 21 Agustus 2013 di Cidahu, Pandeglang Banten, Abuya Muhtadi menuliskan bahwa “Pancasila adalah kaidah pokok yang ditegakkan sejak dahulu demi perbaikan urusan bangsa dari Sabang sampai Merauke”.
“Dasar negara ini bukan sekadar produk politik, melainkan sebuah qaidah kulliyyah (prinsip pokok yang bersifat menyeluruh), yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk kemaslahatan rakyat dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Muspija Banten, Pieter mengatakan Pancasila itu adalah persamaan yang Soekarno gali dalam diri manusia Indonesia yang berbeda-beda. Itulah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia. “Namun saat ini, rumah Pancasila menangkap banyak keresahan terhadap tingkah polah generasi penerus bangsa yang terkikis budi pekertinya, norma adab-nya, hingga wawasan kebangsaannya,” paparnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito mengapresiasi acara halal bihalal yang mengumpulkan para tokoh dan berbagi pandangan untuk kemajuan Banten. Menurutnya, momentum ini sangat pas dengan program delapan bidang LDII untuk bangsa. “Kebangsaan harus kita kuatkan untuk mendukung Banten maju. Hal ini menjadi aspirasi yang nanti akan kami sampaikan pada acara Munas X LDII di Pondok Gede Jakarta pada 7-9 April,” ujarnya.
Didampingi Biro PKD, Choirul Hadi, ia menyampaikan terima kasih kepada Muspija dan FKUB Banten yang telah menyelenggarakan halal bihalal. “Acara ini sangat bagus karena diselingi ramah tamah dan saling memberi masukan untuk mendukung, menguatkan kebersamaan antar umat di Banten,” imbuhnya.
Acara halal bihalal mengangkat tema “Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Provinsi Banten Dalam Rangka Memperingati Idul Fitri 1447 H”. Beberapa tokah yang hadir di antaranya Ketua Kanwil Kemenag Banten, KH Amrullah; Ketua FKUB Banten, A. M. Romly; Ketua MUI Banten, Bazari Syam; Ketua BAZNAS Banten, Wawan Wahyuddin; Guru Besar Ilmu Hukum, Suparman Usman; Pembina Yayasan Insan Pelita Pratama Indonesia, Sholeh Hidayat; Tokoh Pendidikan dan Agama, KH E. Syibli Syarjaya; dan Tokoh Akademisi dan Tokoh Muhammadiyah Zakaria Syafe’i.

