Jakarta (8/4). Mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang, Abdillah Fathan, membuat karya ilmiah berbasis potensi lokal dan meraih juara Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas 2026.
Abdillah, yang juga warga PAC LDII Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengangkat potensi ubi ungu sebagai agen antikanker dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penelitiannya mengusung judul “Purple Gen: An Integrated Bioinformatics System for Screening Anticancer Compounds Derived From Anthocyanins of Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas L.)”.
Melalui pendekatan bioinformatika, Abdillah meneliti senyawa antosianin dalam ubi ungu yang memiliki potensi sebagai antioksidan tinggi. Metode *in silico* yang digunakan memungkinkan identifikasi senyawa aktif secara sistematis melalui simulasi komputer, sehingga membuka peluang baru dalam pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal.
“Saya ingin mengangkat potensi kekayaan lokal Indonesia. Ubi ungu memiliki kandungan bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai agen antikanker melalui pendekatan ilmiah modern,” ujar Abdillah.
Menurutnya, inovasi ini tidak hanya berorientasi pada riset, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi kesehatan berbasis pangan. Ia berharap hasil penelitiannya dapat berkontribusi dalam pengembangan industri pangan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan bergizi.
Aktif Meneliti dan Berprestasi
Tak hanya unggul dalam inovasi, Abdillah juga dikenal aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Sejumlah karyanya telah terbit di jurnal bereputasi, baik terindeks Scopus maupun Sinta. Hal ini menjadi nilai tambah dalam ajang Pilmapres yang menilai capaian akademik, karya ilmiah, serta kontribusi mahasiswa secara komprehensif.
Dalam ajang Pilmapres yang digelar oleh pihak kampus, Abdillah berhasil mengungguli enam finalis lainnya dari berbagai fakultas. Ia pun akan mewakili kampus pada seleksi tingkat wilayah Jawa Tengah di LLDIKTI Wilayah VI.
Abdillah mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari persiapan yang matang. “Saya mempersiapkan diri selama dua minggu, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk mendukung presentasi,” ujarnya.
Peran Keluarga dan Pembinaan LDII
Di balik capaian tersebut, dukungan keluarga dan lingkungan pembinaan LDII menjadi fondasi penting. Ayah dan pamannya yang merupakan tokoh agama di lingkungan LDII senantiasa menanamkan nilai disiplin, keilmuan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ketua PAC LDII Pondok Labu, Ustadz Badrudin, turut mengapresiasi prestasi tersebut. Ia menilai keberhasilan Abdillah menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda LDII mampu melahirkan pribadi yang unggul dan berdaya saing.
“Abdillah tidak hanya mengharumkan nama kampus dan keluarga, tetapi juga membawa nama LDII ke tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa generasi muda LDII mampu berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujarnya.
Ke depan, Abdillah berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitiannya agar dapat diaplikasikan di masyarakat. Ia juga menargetkan dapat melaju hingga tingkat nasional dalam ajang Pilmapres. “Saya ingin terus belajar dan memperdalam riset dengan bimbingan dosen, agar bisa memberikan kontribusi yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda, khususnya warga LDII, agar tidak meremehkan pendidikan. “Pendidikan adalah sarana penting dalam perjuangan. Dengan ilmu, kita bisa memberikan solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.











