Kupang (30/5). Musyawarah Wilayah (Muswil) IX LDII Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan Laode Ahmad Jais sebagai Ketua DPW LDII NTT periode 2026–2031. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam rapat paripurna Muswil yang berlangsung di Kota Kupang, Sabtu (23/5/2026).
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Laode Ahmad Jais menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota di seluruh NTT. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program serta memperkuat peran LDII di tengah masyarakat.
“Ke depan, kami ingin memastikan gerbong organisasi berjalan searah dan sejalan, sehingga karya serta kontribusi LDII benar-benar dapat dirasakan hingga ke akar rumput. Konsolidasi menjadi langkah penting agar keberlanjutan program tetap terjaga demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Laode menggantikan Mustafa Beleng yang tidak kembali dicalonkan karena mendapat amanah penugasan di tempat baru. Proses pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mengedepankan musyawarah mufakat.
Menurut Laode, LDII ke depan harus terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembinaan sumber daya manusia yang profesional dan religius. Ia berharap seluruh jajaran organisasi dapat bergerak selaras untuk mendukung pembangunan daerah dan penguatan nilai keagamaan.
Selain agenda pemilihan ketua wilayah, Muswil IX LDII NTT juga dihadiri berbagai unsur mitra strategis, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT dan kejaksaan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kiprah LDII di NTT.
Wakil Ketua Umum MUI Provinsi NTT, Jamaludin Ahmad, menyampaikan pentingnya membangun pandangan positif terhadap LDII. Ia menilai organisasi tersebut telah berkontribusi dalam pembinaan umat dan pembangunan sosial kemasyarakatan.
“Kita harus mengubah sudut pandang tentang LDII. Organisasi ini memiliki kontribusi yang baik bagi masyarakat. Insya Allah pada Musda MUI nanti, pengurus LDII akan dimasukkan dalam jajaran kepengurusan MUI Provinsi NTT,” katanya.
Ia juga mencontohkan sinergi yang telah berjalan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, di mana sejumlah pengurus DPD LDII telah dipercaya masuk dalam struktur kepengurusan MUI setempat.
Sementara itu, pihak Kejaksaan mendukung program pembinaan LDII, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesadaran hukum, penguatan nilai kebangsaan, dan menjaga kerukunan masyarakat. Muswil IX LDII NTT pun diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi organisasi dengan pemerintah, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat di Provinsi NTT.

