Jakarta (9/4). Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa LDII merupakan organisasi yang rapi, bersih, dan kompak. Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan pembekalan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X DPP LDII di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam pandangan Dahnil, watak organisasi LDII dan jamaahnya yang bersih dan tertib mencerminkan karakter “asri” yang menjadi kekuatan organisasi di tengah masyarakat. Nilai ini menurutnya menjadi kekuatan spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan agenda kebangsaan. “LDII itu dikenal selalu rapi, bersih, dan kompak. Watak ini bisa disinergikan dengan agenda besar pemerintah, seperti program Indonesia Bersih dan Indonesia Indah,” ujarnya.
Lebih jauh, Dahnil menekankan pentingnya peran LDII dalam sektor perhajian. Ia menyoroti disiplin dan jumlah jamaah LDII yang signifikan. Menurutnya, dukungan LDII dalam hal ini akan memperkuat efektivitas program haji, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pelaksanaan ibadah yang lebih tertib dan bermartabat.
“Jamaah LDII yang tertib dan disiplin bisa menjadi contoh praktik ibadah haji yang selaras dengan nilai perdamaian, persaudaraan, dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Dahnil.
Terkait tema geopolitik yang diangkat pada Munas X, Dahnil berharap momentum haji yang diikuti oleh Umat Muslim se-dunia bisa menjadi simbol perdamaian bagi komunitas yang tengah berkonflik. Momen ini, menurutnya, sekaligus bisa mempromosikan Islam khas Indonesia yang dianut LDII—ramah, toleran, dan berakar pada Pancasila.
“LDII lahir dari rahim Ibu Pertiwi, rahim Pancasila. Watak keislaman yang khas Indonesia ini bisa menjadi kekuatan soft power dalam menyebarkan pesan Islam perdamaian ke seluruh dunia,” ujar Dahnil.
Menanggapi apresiasi ini, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan dukungan penuh LDII terhadap pemerintah. Menurut KH Chriswanto, perubahan undang-undang haji merupakan bagian dari kontribusi LDII. Ia menyatakan LDII siap bersinergi dengan Kementerian Haji demi kelancaran ibadah jamaah.
“Kementerian Haji adalah sahabat kami. Maka kesulitan sahabat adalah kesulitan kita, tantangan sahabat adalah tantangan kita, dan kebahagiaan sahabat adalah kebahagiaan kita. Kita mendukung penuh karena konsepnya sejalan dengan cita-cita LDII,” kata KH Chriswanto.
Ia menambahkan Kerjasama ini menjadi bagian dari tanggung jawab LDII terhadap umat dan bangs, “Kita semaksimal mungkin mencoba untuk membantu meringankan apalagi sebagian besar dari warga kita juga berkepentingan untuk kepentingan haji,” tutupnya.
Munas X LDII, menurut KH Chriswanto, menjadi momentum strategis untuk menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung agenda kebangsaan, termasuk ketertiban ibadah haji dan penguatan nilai-nilai perdamaian. “Apa pun yang dilakukan, kita memastikan bahwa LDII tetap berkontribusi secara maksimal untuk kepentingan umat dan bangsa. We are Indonesia, so do the best,” tegasnya.
Dengan pembekalan ini, LDII menegaskan identitasnya sebagai organisasi yang bersih, kompak, dan siap bersinergi—bukan hanya untuk internal warga LDII, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan kebangsaan yang lebih luas, menjembatani nilai keagamaan dengan agenda pembangunan nasional.


Alhamdulillah
Lancar barokah LDII bangsa