Kupang (25/5). Nusa Tenggara Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan keberagaman. Budaya kolaborasi yang terus terpelihara menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Plt Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT Petrus Seran Tahuk menyampaikan apresiasi pada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Nusa Tenggara Timur yang dinilai turut menjaga perdamaian dan memperkuat toleransi di daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LDII NTT yang merupakan bagian dari organisasi kemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur yang telah turut berkontribusi memelihara perdamaian serta memperkuat toleransi,” kata Petrus Seran Tahuk saat membaca sambutan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada Acara Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX LDII NTT di Hotel Neo Kupang, Sabtu (23/5).
Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan itu mengatakan, semangat persaudaraan tersebut harus terus dijaga bersama demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Nilai persaudaraan inilah yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat NTT,” katanya.
Petrus juga berharap Muswil IX LDII NTT dapat melahirkan berbagai keputusan strategis yang mampu mendukung program pembangunan daerah dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah. Menurutnya, hasil musyawarah diharapkan dapat menjadi bagian dari kolaborasi dalam perencanaan program pembangunan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami berharap musyawarah ini menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang semakin memperkuat kecerdasan, kesejahteraan, dan persatuan masyarakat,” ujarnya.

Seusai membacakan sambutan, Petrus Seran Tahuk secara resmi membuka Muswil IX LDII NTT dengan harapan kegiatan tersebut berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, dalam sambutannya mengatakan bahwa Muswil IX menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan memperkuat konsolidasi organisasi dalam menyusun arah kebijakan lima tahun mendatang.
Ia menegaskan, LDII terus mendorong lahirnya organisasi yang profesional dan kreatif guna mendukung terciptanya masyarakat yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. “Muswil ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan lima tahun ke depan,” kata Dody.
Menurutnya, tantangan lima tahun mendatang diperkirakan semakin kompleks akibat ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, hingga berbagai dampak sosial yang berpotensi memengaruhi stabilitas masyarakat. Karena itu, Dody mengajak seluruh warga LDII untuk memperkuat karakter generasi muda melalui pendidikan agama, pembinaan akhlak mulia, semangat kemandirian, serta etos bekerja dan beribadah dengan baik. “Hati-hati dengan berbagai pengaruh negatif. Tetap bekerja dan beribadah dengan tenang, menjunjung akhlak mulia, serta membangun kerja sama yang baik, jujur, dan amanah,” pesannya.
Hal senada disampaikan Ketua DPW LDII NTT masa bakti 2021-2026, Mustafa Beleng, menegaskan pentingnya membangun karakter masyarakat melalui penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang. “Muswil ini alhamdulillah melahirkan program-program strategis yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi LDII bagi pembangunan daerah. Saya pribadi mohon maaf tidak bersedia dipilih kembali karena pindah domisili, namun saya akan tetap berkomitmen membantu,” ujarnya.










