Kupang (25/5). DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat Media Gathering dalam rangkaian Muswil IX LDII NTT. Kegiatan silaturahim dengan wartawan itu dilaksanakan di Sekretariat DPD LDII Provinsi NTT, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memaparkan arah kebijakan, visi, dan program prioritas yang dibahas dalam Muswil.
Wakil Ketua DPW LDII NTT, Ahmad Jais mengatakan Muswil IX menjadi forum penting untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan lima tahun ke depan. “Muswil tahun ini mengusung tema Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Profesional Religius untuk Mendukung NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Ahmad Jais, LDII saat ini memfokuskan pengabdian organisasi melalui delapan klaster program utama, yakni kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan. “Delapan klaster ini menjadi bentuk kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam bidang kebangsaan LDII terus meneguhkan komitmen menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Sementara pada bidang pendidikan, LDII menerapkan pembinaan generasi muda melalui konsep Tri Sukses, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. “Selain itu, LDII juga terus mendorong moderasi beragama melalui pendekatan dakwah yang mengedepankan keteladanan dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat majemuk. LDII berkomitmen dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) dan moderasi beragama,” tegas Jais.
Dalam silaturahim dengan media itu Ketua DPW LDII Provinsi NTT 2021-2026 Mustafa Belleng menjelaskan bahwa LDII saat ini telah hadir di tujuh kabupaten/kota di NTT dari total 22 daerah di provinsi tersebut. “Sebenarnya warga LDII terdapat hampir seluruh kota dan kabupaten di NTT, namun kami belum membentuk kepengurusan. Insya Allah kepengurusan LDII mendatang akan lebih meningkatkan konsolidasi organisasi dan membentuk kepengurusan tersebut,” ujar Mustafa.
“Melalui Muswil tersebut, LDII juga menargetkan pembentukan kepengurusan baru di Kabupaten Sumba Timur, Sikka dan Manggarai Barat guna memperluas dakwah di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufiq Wijaya mengatakan LDII tidak hanya fokus pada dakwah keagamaan, tetapi juga memikirkan berbagai aspek kehidupan masyarakat melalui delapan program pengabdian untuk bangsa. “Program pertama yang menjadi fokus utama adalah kebangsaan dan nasionalisme. LDII berupaya mengonsolidasikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung program pemerintah serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Dody.
Dalam bidang kebangsaan, LDII menegaskan komitmennya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. “LDII terus menanamkan nilai Islam rahmatan lil alamin, yakni Islam yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas,” jelas Dody.
Program dakwah yang LDII kembangkan menurut Dody, mengacu pada konsep moderasi beragama sebagaimana yang didorong oleh Kementerian Agama. “Yang dimoderasi bukan agamanya, tetapi cara beragamanya, yakni dengan menghormati hak pemeluk agama lain dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat. Model dakwah LDII juga dilakukan melalui keteladanan dan aksi nyata atau dakwah bil hal, tidak sekadar melalui ceramah,” katanya.
LDII juga terus mengawal moderasi beragama melalui penguatan nasionalisme, pembentukan karakter, penguatan kerukunan, serta penolakan terhadap segala bentuk radikalisme dan ekstremisme. “LDII menolak kekerasan dan radikalisme serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan lainnya,” pungkasnya.










