Makkah (21/5). Dubes Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mematangkan persiapannya menjelang puncak haji. Hal itu ia sampaikan saat konferensi pers usai rapat dengan Kemenhaj, Amirulhajj dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi di Kantor Urusan Haji (KUH), Makkah, Kamis (21/5/2026).
“Alhamdulillah, kami dilibatkan dalam proses rapat bersama antara Amirulhajj dan para penyelenggara, khususnya dari Kemenhaj. Kami melihat proses persiapan ini dari waktu ke waktu semakin mendekati penyempurnaan. Kami berharap, seluruh skenario yang telah disusun oleh bapak dan ibu penyelenggara haji nantinya dapat berjalan dengan baik di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kepada Kemenhaj atas berbagai pembenahan manajemen haji tahun ini. Menurutnya, perubahan yang dilakukan menjadi langkah besar menuju pelayanan haji yang lebih baik bagi jemaah Indonesia.
“Saya secara pribadi selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah mengapresiasi setinggi-tingginya Kemenhaj. Ini merupakan perubahan yang sangat besar dalam manajemen haji, sehingga ke depan diharapkan menjadi tolok ukur penyempurnaan layanan bagi jemaah di Tanah Suci,” katanya.
Ia menilai, sistem komando terpadu yang diterapkan kepada petugas tahun ini menjadi langkah positif untuk meminimalkan kesalahan koordinasi di lapangan. “Kami senang mendengar bahwa para petugas sekarang berada dalam satu komando. Tidak boleh ada yang mengambil keputusan tanpa sepengetahuan komandan tertinggi. Saya kira ini sangat bagus karena akan mengurangi berbagai persoalan yang pernah terjadi di masa lalu,” ujarnya.
Menurutnya, sistem tersebut penting diterapkan mengingat tantangan pelayanan haji di lapangan sangat kompleks, terutama saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ia juga menyinggung pengalaman tahun sebelumnya terkait penempatan tenda jemaah di Arafah yang sempat mengalami kendala koordinasi.
“Tahun lalu saya punya pengalaman, ada tiga bus jemaah yang seharusnya sudah memiliki tenda sendiri, tetapi ternyata ditempati oleh pihak lain. Alhamdulillah, akhirnya bisa diselesaikan dan jemaah mendapat tempat yang baik. Masing-masing tenda dilengkapi nama jemaah yang akan menempatinya,” jelasnya.
Ia berharap, dengan skema dan persiapan yang lebih matang tahun ini, seluruh jemaah dapat menempati tenda masing-masing dengan tertib dan nyaman.
“Salah satu tantangan terbesar di Arafah memang penempatan jemaah di tenda masing-masing, selain pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina. Mudah-mudahan seluruh skenario yang sudah disiapkan dapat berjalan sesuai harapan,” tuturnya.
Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh petugas dan pihak terkait untuk menjaga kesehatan dan menjalankan tugas dengan maksimal demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. “Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Faqihu Sholih/MCH 2026)













