Makkah (23/5). Manajemen dam haji 2026 mencatatkan sejarah. Sebab, baru kali sebagian besar pembayaran dam haji terlacak dengan rapi dan patuh pada ketentuan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia (RI).
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, data sampai Jumat 22 Mei 2026 tercatat ada 126.832 jamaah yang telah jelas pembayaran dam hajinya.
Rinciannya, lanjut dia, yang membayar dam haji di Tanah Suci melalui Adahi sebanyak 90.956 orang jamaah dan yang membayar dam di Tanah Air 32.691 orang jamaah.
“Tetapi, ada juga yang membayar damnya dengan puasa, yaitu 3.195 orang dan yang haji ifrad (tidak perlu membayar dam, Red) 1.076 orang,” kata Dahnil, dalam konferensi pers di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Sidak Tenda Arafah, Amirulhaj Peringatkan KBIHU yang Melanggar
Data tersebut, tambahnya, sangat mungkin akan terus berkembang dan akan diperbarui secara berkala oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI. Ia menjelaskan, hewan dam jamaah haji akan mulai dipotong mulai 10 Zulhijjah atau Rabu 27 Mei 2026.
Perwakilan Kemenhaj RI mewakili para jamaah dan para wartawan, sambung Dahnil, akan ikut menyaksikan proses pemotongan hewan dam itu di Rumah Potong Hewan (RPH) Adahi.
Nantinya, kata dia, jamaah tahu hewannya telah dipotong akan mendapatkan notifikasi di HP dari Adahi. Sedangkan hewan dam yang dipotong di Tanah Air, sambung Dahnil, diatur sendiir oleh masing-masing jamaah.
“Kami, tidak ikut-ikut, artinya tidak mengkoordinir. Atau jamaah bisa memotong hewan damnya di kampungnya masing-masing,” ungkapnya.
Baca Juga: Menko PM Cak Imin Apresiasi Skema Armuzna Kemenhaj, Optimistis Puncak Haji Berjalan Lancar
Pendataan yang tahun ini dilakukan, menurut Dahnil, merupakan momen bersajarah dalam tata kelola haji, termasuk di dalamnya mengenai dam haji.
Sebab, tahun lalu jamaah haji yang menunaikan dam hanya terdeteksi sekitar 10 ribu orang, dari 221 ribu jamaah yang berhaji. Yaitu, sekitar 8 ribu membayar dam di Adahi dan 2 ribu lainnya di Tanah Air. (Faqihu Sholih/Media Center Haji 2026)












