Makkah (24/5). Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau kesiapan fasilitas dan layanan di tenda-tenda Mina, Arab Saudi, guna memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah haji Indonesia selama menjalani puncak ibadah haji, Sabtu (23/5).
“Yang jelas hari ini saya dan kawan-kawan meninjau pembersihan kavling-kavling yang dilakukan oleh KBIHU atau oknum tertentu. Kedua, kita memastikan jumlah tenda sesuai dengan kebutuhan, jadi tidak ada jamaah haji yang tidak memperoleh tenda, tempat tidur, dan tempat istirahat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencopot penanda yang dipasang secara sepihak oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di sejumlah tenda Arafah. “Sejumlah tenda yang dikelola oleh syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait didapati memiliki tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU,” ujarnya.
Pada kertas yang ditempel di pintu masuk tenda, pihak KBIHU bahkan mencantumkan logo syarikah agar terkesan sebagai penempatan resmi. Dalam peninjauan tersebut, Wamenhaj juga mengecek langsung ketersediaan dan kelaikan fasilitas kamar mandi serta toilet yang akan digunakan oleh jamaah calon haji di Mina.
Setelah memastikan kelengkapan fasilitas tenda, Wamenhaj bersama rombongan berjalan kaki dari Markas 12, yang merupakan lokasi tenda jamaah calon haji Indonesia terjauh menuju area pelontaran jumrah atau Jamarat. Rata-rata jarak tempuh dari Markaz 12 ke Jamarat itu bolak-balik sekitar 7 kilometer.
Menurut Politikus Gerindra itu, pergerakan di Mina membutuhkan ketahanan fisik yang prima karena tidak ada fasilitas kendaraan yang dapat digunakan oleh jamaah. Bagi jamaah calon haji yang mengambil pilihan nafar awal, total jarak tempuh berjalan kaki akan mencapai sekitar 21 kilometer. Sementara bagi yang mengambil nafar tsani, jaraknya akan bertambah menjadi 28 kilometer.
Menghadapi rute pejalan kaki yang cukup menguras tenaga tersebut, Wamenhaj mengimbau jamaah calon haji untuk memaksimalkan waktu luang yang ada saat ini untuk beristirahat.
“Makanya ada istilah hari Tarwiyah, yang maknanya merenung dan bersiap-siap. Gunakan waktu pada hari Sabtu dan Ahad ini untuk beristirahat secara fisik, karena nanti rangkaian di Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan menguras tenaga yang cukup banyak,” tutupnya. (Faqihu Sholih/MCH 2026)











