Serang (2/6). DPW LDII Provinsi Banten menggelar Pelatihan Jurnalistik selama tiga hari, 29-31 Mei 2026, di Serang, Banten. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Banten, termasuk perwakilan pondok pesantren, boarding school, dan Pondok Pesantren Mahasiswa di bawa naungan LDII.
Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi mengatakan, pelatihan tersebut menjadi upaya organisasi dalam menyiapkan generasi muda, yang mampu menyampaikan informasi secara faktual. Sekaligus bertanggung jawab untuk menjawab berbagai stigma yang masih beredar di tengah masyarakat. Untuk itu, LDII membuka diri dengan menyajikan informasi berbagai kegiatan organisasi dengan berbagai elemen bangsa.
“Yang bisa kita lakukan adalah terus membina warga agar menjadi warga negara yang baik, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali generasi muda untuk menyampaikan hal-hal positif tersebut kepada publik,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik menulis berita, menyusun naskah berita televisi dan YouTube, pembuatan konten digital, desain flyer, hingga literasi digital dan etika bermedia sosial.
Rulli menilai kemampuan bermedia sosial secara bijak menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi saat ini, “Di dunia digital, manfaat dan mudarat bercampur. Karena itu peserta diajarkan bagaimana memilah informasi yang baik, sekaligus menghasilkan konten yang bermanfaat dan mencerahkan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang media dan komunikasi di lingkungan LDII Banten. Menurutnya, setiap DPD LDII kabupaten dan kota perlu memiliki tim media yang aktif mengelola website maupun akun media sosial organisasi.
“Sekarang era profiling. Ketika masyarakat ingin mengetahui LDII, mereka akan mencarinya melalui internet. Karena itu, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam dakwah melalui media, semakin luas pula informasi positif yang dapat diterima masyarakat,” tutur Rulli.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten Dimo Tono Sumito mengatakan pelatihan jurnalistik merupakan bagian dari upaya menyiapkan kader muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan era digital.
“Saat ini adalah era digitalisasi dan era algoritma. Generasi Z harus tampil dan mengambil peran. Kami berharap peserta pelatihan ini menjadi agen yang mampu menyampaikan berbagai kegiatan positif LDII kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dimo, banyak kegiatan LDII di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang perlu diketahui publik. Karena itu, keberadaan kader media menjadi penting untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta dapat menjadi kader yang mengembangkan jurnalistik di lingkungannya serta mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak,” katanya.
Menutup kegiatan tersebut, Dimo berpesan agar seluruh peserta terus mengasah kemampuan yang diperoleh selama pelatihan, “Apa yang didapat hari ini merupakan modal awal. Terus belajar dan berlatih agar mampu memberitakan berbagai kegiatan organisasi, mulai dari tingkat PAC, PC, DPD hingga DPP, sehingga manfaat program-program LDII dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.










