Belopa (10/6). Musda V LDII Kabupaten Luwu dihelat pada Rabu (3/6/2026) di Gedung Balai Rasdiana (BRC) Belopa, Luwu, Sulawesi selatan. Musda tersebut mengangkat tema “Penguatan SDM Profesional Religius dan Kontribusi LDII dalam Mewujudkan Kabupaten Luwu Unggul Berkarakter”.
Musda V LDII Luwu dihadiri anggota DPRD dan Kesbangpol Kabupaten Luwu. Dalam pemaparan materinya Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali menerangkan pendidikan politik menjadi penting, sebab memilik peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Politik tidak hanya dimaknai perebutan kekuasaan tetapi juga sebagai sarana mewujudkan kebaikan bersama. Jabatan politik memang hanya berlangsung lima tahun, namun keputusannya dapat memberikan dampak jangka panjang dalam kehidupan,” jelas Gazali.
Gazali juga menekankan, integritas diri, karakter unggul, dan tanggungjawab moral menjadi tiga poin yang harus dimiliki oleh seseorang, sehingga urgensi pendidikan politik harus di pahami oleh masyarakat.
“Meskipun kita memiliki ilmu dan pendidikan tinggi, kalau tidak memiliki attitude yang baik, maka percuma. Politik ibaratnya sebuah pisau dapat menghasilkan manfaat atau sebaliknya bergantung siapa pemegangnya,” kata Gazali.
Lebih lanjut, Gazali berharap agar kepengurusan baru DPD LDII Kab. Luwu melalui Musda V ini melahirkan kepemimpinan yang amanah, integritas, jujur, serta bertanggungjawab. “Pemimpin itu harus berintegritas dan bertanggungjawab. Berintegritas dan bertanggungjawab, harus dapat dipercaya serta dapat mengemban amanah secara maksimal,” harap Gazali.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kab. Luwu, Hj. Enrika mengapresiasi kontribusi LDII Kab. Luwu, khususnya dalam gerakkan dakwah pada sektor penguatan bela negara.
“Bela negara salah satu program kerja Kesbangpol, dengan sinergitas peran ormas Islam seperti LDII mempermudah pemerintah dalam memberikan wawasan bela negara. Sebab LDII sukses menyelaraskan program pembinaan bela negara melalui kegiatan dakwah dengan nilai-nilai nasionalisme bagi masyarakat,” ungkap Enrika.

Bahkan, Enrika menekankan ormas Islam harus memiliki strategi dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman saat ini, sehingga penyampaian pesan-pesan keagamaan dan kebangsaan mudah dipahami serta diterima dengan baik.
“Dakwah harus mampu kita selaraskan dengan nilai-nilai semangat nasionalisme. Kita juga perlu berinovasi dan kreatif dalam metode dakwah agar pesan keagamaan serta kebangsaan semakin diminati oleh generasi muda di era sekarang. Untuk itu pendekatan konvensional menggunakan bahasa yang baku sudah tidak relevan bagi generasi muda,” imbau Enrika.














