Salatiga (10/6). Ratusan warga LDII mengikuti pengajian gabungan yang digelar di Masjid Al Iman, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) itu, diikuti warga LDII dari Kecamatan Tingkir, Sidomukti, Argomulyo, dan Suruh.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Salatiga, Dwi Prabowo, sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga untuk berperan aktif menyebarkan informasi yang benar, menyejukkan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Dwi, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Arus informasi yang bergerak cepat melalui berbagai platform digital menuntut masyarakat memiliki kemampuan literasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
“Di era digital saat ini, setiap orang bisa menjadi penyebar informasi. Karena itu, warga LDII diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menyampaikan berita-berita positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan warga LDII perlu dipublikasikan secara baik agar dapat menjadi inspirasi dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam materinya, Dwi juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya hoaks dan informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan bahwa budaya tabayun atau klarifikasi harus menjadi bagian dari etika bermedia sosial.
“Jangan mudah percaya dan langsung membagikan informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan melakukan cek fakta dan tabayun agar kita tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan atau perpecahan,” katanya.
Selain membahas literasi digital, pengajian tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi tantangan bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, warga LDII diharapkan dapat menjadi teladan dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. “Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Mulai dari lingkungan keluarga, masjid, hingga lingkungan tempat tinggal, kita harus membiasakan pola hidup bersih dan mengurangi sampah,” ujarnya.
Pengajian berlangsung interaktif sehingga peserta mengikuti materi dengan antusias. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan dakwah di era digital, sekaligus pentingnya kontribusi sosial di lingkungan masing-masing.

