Kerinci (10/6). DPD LDII Kabupaten Kerinci menggelar pengajian akbar, yang dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan ratusan warga LDII. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Miftahul Huda, Kerinci, Jambi, pada Minggu (31/5/2026) tersebut, untuk menjaga persatuan di tengah warga yang majemuk.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Bengkolan Dua Anton Hidayat, Anggota DPRD Provinsi Jambi Amrizal, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kerinci Saprel, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kerinci, Daprianto, menjelaskan tema yang diangkat berangkat dari kepedulian terhadap berbagai konflik yang masih terjadi di sejumlah belahan dunia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan membangun budaya damai di lingkungan masing-masing.
“Melalui pengajian ini kami ingin mengajak seluruh warga LDII untuk terus berkontribusi menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan suasana yang damai, khususnya di Kabupaten Kerinci. Perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Daprianto menegaskan, LDII berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang harmonis merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“LDII akan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berwawasan kebangsaan. LDII juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga persatuan, keamanan, dan perdamaian di Bumi Sakti Alam Kerinci,” tegas Daprianto.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kerinci, Saprel, mengapresiasi penyelenggaraan pengajian yang tidak hanya berisi pembinaan keagamaan, tetapi juga menguatkan semangat persatuan dan toleransi.
Ia menjelaskan bahwa Kesbangpol memiliki tugas membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat rasa kebangsaan.
“Kesbangpol bukan lembaga penegak hukum, tetapi kami memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi, menjaga kerukunan, serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa bersama seluruh komponen masyarakat,” kata Saprel.














