Klaten (18/6). Relawan Pemuda LDII bersama Senkom SAR Klaten dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah milik Legiman yang terbakar di Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Gotong-royong itu dihelat pada Selasa (9/6/2026) tersebut, jadi upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Kepedulian sosial LDII dan Senkom terhadap warga yang tertimpa musibah itu, merupakan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan relawan kebencanaan. Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, Sigit Winoto, menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa salah seorang warga di Dukuh Sumber Kulon.
Menurutnya, musibah merupakan ujian yang membutuhkan kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak, agar korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti semula.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami Pak Legiman dan keluarga. Dalam situasi seperti ini, kehadiran masyarakat, relawan, dan berbagai elemen menjadi sangat penting untuk memberikan dukungan moral maupun bantuan tenaga. LDII mengajarkan warganya untuk cepat tanggap membantu sesama yang sedang tertimpa musibah,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, bencana dapat terjadi kapan saja sehingga budaya saling membantu dan kesiapsiagaan perlu terus dipelihara di tengah masyarakat, “Kami berharap keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Semoga kolaborasi yang ditunjukkan para relawan dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan sekaligus mempererat rasa persaudaraan di antara warga,” kata Sigit.
Ketua Senkom Mitra Polri Kecamatan Pedan, Wiyono, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemuda LDII, Senkom SAR, dan masyarakat sekitar. Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
“Sinergi seperti ini menjadi modal penting dalam membantu masyarakat saat menghadapi musibah. Kami bersyukur para relawan dapat bergerak bersama untuk membersihkan lokasi kebakaran. Kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membantu korban bangkit kembali,” kata Wiyono.
Rumah milik Legiman sebelumnya terbakar pada Senin (8/6). Kebakaran diduga dipicu api dari tungku kayu bakar yang kemudian merembet ke bagian rumah. Berkat penanganan cepat petugas pemadam kebakaran bersama warga dan relawan, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.














