Rembang (17/6). Warga LDII Kabupaten Rembang melaksanakan ibadah kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini, warga LDII Rembang menyembelih 54 ekor sapi dan 64 ekor kambing dengan total nilai hewan kurban mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.
Capaian tersebut mencerminkan tingginya kesadaran warga dalam menjalankan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ketua DPD LDII Kabupaten Rembang, Moehammad Arief Kamaludin, mengatakan jumlah hewan kurban dan nilai ekonominya terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut tidak hanya menunjukkan antusiasme warga dalam beribadah, tetapi juga mencerminkan keberhasilan program pembinaan yang selama ini dijalankan LDII secara berkesinambungan.
“Alhamdulillah, partisipasi warga dalam berkurban terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan kesadaran untuk menjalankan syariat sekaligus kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh. Kurban menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Arief saat menyampaikan laporan pelaksanaan kurban di Rembang, Rabu (27/5/2026).
Arief menjelaskan seluruh hewan kurban tersebut didistribusikan melalui berbagai titik penyembelihan yang dikelola warga LDII di Kabupaten Rembang. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk warga yang membutuhkan, sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat ibadah kurban.
Menurut Arief, peningkatan jumlah hewan kurban tidak terlepas dari berbagai program pembinaan yang dilakukan LDII, termasuk edukasi mengenai pentingnya berkurban dan perencanaan keuangan untuk ibadah. Selain itu, LDII secara rutin memberikan pembekalan terkait tata cara penyembelihan yang sesuai syariat serta manajemen distribusi daging kurban agar pelaksanaannya berjalan tertib dan memberikan manfaat yang maksimal.
“Kami terus mendorong warga untuk mempersiapkan kurban sejak jauh hari. Dengan perencanaan yang baik, pelaksanaan ibadah menjadi lebih ringan dan terukur. Di sisi lain, kami juga memberikan pembinaan teknis kepada panitia agar proses penyembelihan dan pembagian daging dapat berlangsung secara profesional dan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain aspek ibadah, LDII Rembang memandang kurban sebagai sarana membangun karakter kepedulian dan budaya berbagi. Melalui momentum Iduladha, warga diajak untuk meningkatkan rasa syukur, memperkuat hubungan sosial, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Arief menilai nilai-nilai tersebut penting untuk terus ditanamkan sebagai bagian dari pembentukan masyarakat yang harmonis dan saling membantu.
“Idul Adha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap manfaat kurban selain pembagian daging, tetapi juga mampu mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat budaya gotong royong. LDII akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan kurban dari tahun ke tahun agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.














