Palembang (20/6). Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi mengajak generasi muda LDII Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi pencipta dan penyebar konten positif. Hal itu ia ungkapkan saat mengisi “Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar LDII Sumsel”, di kantor DPW LDII Sumsel, pada 19-21 Juni 2026, diikuti 40-an peserta.
“Dunia memasuki era post-truth atau kebenaran baru. Kebenaran yang berasal dari hasil framing. Melibatkan media dan para pembuat opini,” imbuh Rulli.
Menurut Rulli, hal itu membuat seseorang bingung apakah informasi tertentu bernilai benar atau salah. “Sehingga, semakin tipis batas antara kebenaran dan kebohongan. Kejujuran dan penipuan,” imbuhnya.
Rulli menegaskan, post-truth dapat diartikan, masyarakat lebih mencari pembenaran, daripada kebenaran. “Untuk itu, saya mengajak peserta pelatihan untuk bijak bermedia sosial. Mampu memilah dan memilih, serta memanfaatkan teknologi digital dengan baik. Jadilah subjek, jangan hanya jadi penonton atau objek algoritma,” tegas Rulli.
Senada, Wakil Ketua DPW LDII Sumsel, Edy Thamrin mengatakan, di era digital, informasi dapat menyebar secara masif. Menurutnya, fenomena tersebut semakin memudahkan akses informasi. Namun, memicu tantangan penyebaran hoaks.
Untuk itu, ia menegaskan, generasi muda LDII Sumsel harus memiliki motivasi yang kuat untuk menyebarkan berita yang positif. “Mari semangat menginformasikan kegiatan LDII di wilayah masing-masing. Untuk menginformasikan kinerja dan program LDII se-Sumsel,” tutupnya.













