Sanggau (11/7). DPD LDII Kabupaten Sanggau menggelar kegiatan Generasi Anak Sholeh (GAS) 2026 sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter generasi penerus melalui penanaman 29 karakter luhur. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Darul Akhirah, Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Minggu (28/6/2026).
Suasana penuh keceriaan dan semangat mewarnai kegiatan yang diikuti anak-anak dari berbagai Kelompok Belajar Mengaji (KBM) naungan LDII se-Kabupaten Sanggau. Berbagai perlombaan edukatif digelar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter peserta.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sanggau, Suyanto, mengatakan kegiatan GAS merupakan bagian dari komitmen LDII dalam menyiapkan generasi penerus yang memiliki karakter Tri Sukses, yakni berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri.
“Tri Sukses adalah komitmen LDII menyiapkan generasi emas ke depan dengan menjadi generasi yang berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri. Kegiatan ini diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Menurut Suyanto, Indonesia yang akan memasuki era bonus demografi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena itu, penanaman nilai-nilai 29 karakter luhur sejak usia dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.
“Bonus demografi yang akan dimiliki bangsa ini harus diimbangi dengan penanaman karakter sejak dini. Nilai-nilai 29 karakter luhur menjadi kunci masa depan bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepribadian yang tangguh.
“Karakter yang baik harus dibangun sejak usia dini. Melalui GAS, kami ingin menanamkan nilai-nilai luhur agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Suyanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembinaan tersebut berpedoman pada 29 karakter luhur yang menjadi dasar pembentukan sumber daya manusia di lingkungan LDII. Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, amanah, kerja keras, disiplin, hidup rukun, kompak, kerja sama yang baik, hidup hemat, hingga kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, penguatan karakter menjadi semakin penting di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Panitia GAS 2026, Yusuf Abdullah, menjelaskan peserta kegiatan merupakan perwakilan dari masing-masing Kelompok Belajar Mengaji yang selama ini dibina oleh Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII di Kabupaten Sanggau.
“Peserta berasal dari utusan KBM yang selama ini menjadi binaan PC maupun PAC di Kabupaten Sanggau. Alhamdulillah peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujarnya.
Berbagai perlombaan yang digelar dalam GAS 2026 meliputi lomba mewarnai, tahfiz Al-Qur’an, adzan, baca Pegon, dan cerdas cermat. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter peserta sejak usia dini.
Yusuf berharap GAS dapat menjadi agenda rutin tahunan DPD LDII Kabupaten Sanggau sebagai sarana pembinaan generasi penerus yang berkelanjutan, “Semoga GAS menjadi agenda rutin tahunan LDII Sanggau. Selain memberikan manfaat yang besar bagi pembinaan generasi muda, tantangan zaman ke depan juga semakin kompleks sehingga membutuhkan perhatian bersama,” pungkasnya.














