Semarang (11/7). DPD LDII Kota Semarang menggelar kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 sebagai upaya memperkuat pembinaan generasi penerus (generus) agar memiliki karakter profesional religius, nasionalis, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 remaja dan pemuda LDII di Gedung Al Barokah, Kompleks Masjid Al Wali, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (5/7).
CAI ke-47 merupakan bagian dari rangkaian Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia yang sebelumnya dibuka secara nasional oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Jombang, pada Senin (29/6/2026).
Ketua DPD LDII Kota Semarang, Sunarto, mengatakan pembinaan generasi muda menjadi salah satu program prioritas LDII. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus diawali dengan pembentukan karakter agar mampu menghadapi dinamika sosial dan perkembangan teknologi.
“Kami sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah berkomitmen mencetak generasi yang profesional sekaligus religius. Pembinaan generasi muda menjadi salah satu fokus utama kami,” ujarnya.
Sunarto menjelaskan, pembinaan tersebut dilaksanakan melalui penerapan 29 karakter luhur yang menjadi pedoman pembentukan sumber daya manusia di lingkungan LDII. Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, amanah, tanggung jawab, disiplin, kerja sama yang baik, hingga kepedulian terhadap sesama.
“Kami memiliki program 29 karakter luhur, di antaranya jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Melalui CAI ini kami mempertegas komitmen membentuk generasi penerus yang amanah, profesional, nasionalis, dan religius,” katanya.
Menurutnya, penguatan karakter menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, geng motor, hingga pengaruh negatif di ruang digital. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami tidak ingin generasi LDII bersinggungan atau bahkan terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif tersebut. Karena itu pembinaan harus dilakukan secara terus-menerus bersama seluruh pihak,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolrestabes Semarang yang diwakili Kasat Binmas AKBP Herry Tristiyono mengapresiasi konsistensi LDII dalam membina generasi muda melalui kegiatan yang mengedepankan penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.
Dalam pembekalannya, ia mengingatkan peserta agar meningkatkan literasi digital untuk mengantisipasi penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui media sosial.
“Kalau dulu penyebaran paham terorisme banyak dilakukan melalui kajian-kajian tertentu dengan membelokkan makna-makna seperti jihad, sekarang pengaruh tersebut juga banyak ditemukan di media sosial. Karena itu generasi muda harus lebih cerdas dalam menyaring informasi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Sekecil apa pun kontribusi masyarakat akan sangat berarti dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Karena itu kolaborasi antara Polri, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.
Melalui penyelenggaraan CAI ke-47, DPD LDII Kota Semarang berharap pembinaan generasi penerus dapat melahirkan sumber daya manusia yang profesional religius, berkarakter luhur, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.














