Keerom (24/10). Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengajak masyarakat merawat toleransi dan persaudaraan dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Ajakan tersebut disampaikan saat upacara di Lapangan Sepak Bola Kampung Jaifuri, Arso III, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Kamis (22/10/2026).
Upacara tersebut diikuti sekitar 2.000 siswa madrasah dan berbagai unsur masyarakat. Kehadiran berbagai elemen mencerminkan partisipasi masyarakat dalam peringatan keagamaan dan kebangsaan di Kabupaten Keerom.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Bertindak sebagai pembina upacara, Piter membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Ia menegaskan Hari Santri bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga momentum memperkuat persatuan bangsa.
“Hari Santri tidak hanya milik umat Islam atau kaum pesantren saja, tetapi semangat perjuangan dan pengorbanannya harus dirayakan oleh kita semua,” tegasnya.
Piter mengatakan keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Keerom. Menurutnya, pengalaman hidup berdampingan menjadi modal untuk menjaga kerukunan di wilayah perbatasan.
“Ini momentum memupuk dan memelihara kerukunan di wilayah tapal batas, Kabupaten Keerom,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat terus merawat persaudaraan dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Keerom H. Daud, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah, dan Ketua MUI. Unsur TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, serta para pelajar juga mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga LDII Keerom, Siti Mutmainnah turut menghadiri kegiatan bersama jajaran. “LDII memiliki fokus pembinaan pada pembinaan keluarga, penguatan karakter generasi penerus, serta penanaman nilai keagamaan dan kebangsaan,” ujarnya.
Melalui momentum Hari Santri Nasional, LDII Keerom akan meningkatkan partisipasinya dalam memperkuat kerukunan, membina generasi muda, dan menjaga persatuan masyarakat di wilayah perbatasan.














