Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Wawasan Kesehatan

Atasi Sifat Malu dan Tips Menghadapinya

2021/02/26
in Kesehatan
0
dok: ilustrasi

dok: ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (26/02). Terkadang sifat malu itu menghambat aktivitas, padahal sifat malu hampir dimiliki oleh sebagian orang. Misalnya, pernah nggak sih panik mendadak kalau ditunjuk guru buat jawab pertanyaan, padahal bisa saja menjawab. Atau kalau bertemu orang baru, rasa grogi saat memulai percakapan, atau bahkan nggak sanggup melihat wajah lawan bicara. Bagaimana mengatasinya?

 Apa Definisi Pemalu?

Menurut American Psychological Association (APA), rasa malu itu adalah tendensi atau kecenderungan untuk merasa canggung, khawatir, atau tegang  terutama saat berada di lingkungan sosial, oleh orang yang tidak dikenal (APA.org, n.d.). Biasanya orang-orang yang tergolong sangat pemalu menunjukkan gejala sebagai berikut: seperti berkeringat, jantung yang berdegup kencang, perasaan negatif tentang diri mereka, kekhawatiran tentang gimana orang lain memandang mereka; sampai kepada keinginan buat menjauhi interaksi sosial. Menurut Cooper, orang pemalu memiliki kecenderungan untuk overthinking. Contoh pikirannya: “habis ini aku ngomong apa ya?”, “kedengeran lucu nggak ya lawakan aku tadi?”, “cara ngomongnya bener gak sih” padahal overthinking ini sebenarnya bisa memberi dampak negatif.

Sifat malu itu sebenarnya normal. Hanya akan menjadi masalah ketika sifat malu mulai mengganggu kehidupan orang tersebut secara signifikan, atau ketika tercipta kondisi dimana mereka justru menghindari apa yang seharusnya mereka lakukan seperti misal menghindari perbincangan dengan teman kerja, kesulitan berinteraksi dan lain sebagainya (Keating, 2019).

Nah, perlu diketahui juga bahwa banyak miskonsepsi terhadap definisi pemalu itu sendiri. Kadang orang tuh suka gak bisa ngebedain antara introvert (introversion), shyness (pemalu), dan social anxiety disorder (gangguan kecemasan sosial). Dari namanya, mungkin ketiganya terkesan mirip. Tapi sebetulnya 3 hal ini itu berbeda.  Menurut Warner (2018) introvert itu adalah dimensi kepribadian, yang membahas tentang bagaimana  cara seseorang melakukan charging energi mereka. Nah, kalo ekstrovert itu mengisi energi justru saat bersama dengan orang, kalo introvert itu ngecharge energinya pas lagi sendirian.

Kalau pemalu adalah kecenderungan orang memiliki ketakutan dilihat secara negatif oleh orang lain. Nah kalau social anxiety disorder, udah masuk ke gangguan mental yang kondisinya itu harus di diagnosa oleh psikolog/psikiater. Jadi kalo gak didiagnosis, kita belum bisa bilang bahwa seseorang punya social anxiety disorder. Makanya jangan mudah melabeli dulu. Emang sih orang yang pemalu biasanya punya kepribadian introvert, tetapi ingat juga bahwa ada juga orang yang pemalu tapi dia extrovert atau orang yang kepribadiannya introvert tapi bukan orang pemalu (Keating, 2019).

Tips dan Trik Menghadapi Sifat Malu

Nah, setelah kamu paham apa itu pemalu, berikut cara mengatasi dan menghadapinya  :

1. Fake It Until You Make It

Walaupun terdengar seperti mantra penyemangat biasa, ternyata mantra fake it till you make it itu ada penelitiannya. Menurut Kilduff dan Galinsky (2013), saat orang memfokuskan pikiran mereka terhadap goal yang udah disusun, mereka akan cenderung dipersepsikan lebih asertif, lebih proaktif, dan dipandang punya kepercayaan diri yang tinggi.

2. Jangan berekspektasi tinggi sama diri sendiri

Ketika seseorang meletakkan ekspektasi tinggi ke dirinya, maka suara kritik di dalam kepala mereka akan memiliki suara yang lebih keras. Hal ini juga sebetulnya merupakan salah satu ciri dari orang yang pemalu, mereka cenderung punya ekspektasi tinggi dan jadinya kurang realistis terhadap dirinya saat melakukan sesuatu. Mereka akan lebih “jahat” ketika menilai diri mereka mengutip Carducci (2009). Makanya, perlu juga mencoba untuk tidak terlalu keras sama diri sendiri. Tidak apa-apa jika berbelit saat bicara. Tidak masalah juga jika joke yang kamu lemparkan garing. Sadari bahwa orang bisa saja tidak ingat lagi apa kesalahan yang sudah dilakukan dan kamu selalu bisa menganggap ini sebagai pembelajaran.

3. Sadari apa yang terjadi dalam pikiran saat overthinking

Pas overthinking, biasanya manusia memonitor semua perilaku yang sudah dilakukan. Pikiran mengatur bagaimana seharusnya mulut bergerak atau bagaimana kaki dan tangan bergerak saat presentasi atau sedang berjalan. Di satu sisi, ini bagus karena menyadari apa yang terjadi saat itu, tapi jika dilakukan dengan rasa khawatir atas hal yang belum tentu terjadi, menyadari jika kekhawatiran itu hanya terjadi di pikiran. Fokus dengan hal yang sedang dilakukan saat itu (mindfulness). Ini sebagai upaya untuk berhenti mengkritik diri sendiri

4. Mulailah dengan satu pertanyaan

Berkaitan dengan poin tiga. Menurut Carducci (2009), orang yang  pemalu cenderung berpikir kalau mereka tidak bisa membuat perbincangan yang menarik atau asyik. Alih-alilh berfokus pada “aku nggak asik ya diajak ngobrol” atau “kayaknya obrolan aku nggak seru ya”, cobalah mulai dengan menggali informasi tentang lawan bicara. Siapa mereka? Apa pekerjaan mereka? Hobi mereka? Hal ini dikarenakan, seseorang biasanya senang ketika yang menanyakan diri mereka dan bisa saja dari percakapan itu menemukan orang yang punya hobi yang sama atau orang yang menarik.

5. Keluar dari zona nyaman

Salah satu cara untuk mengatasi sifat malu adalah mengembangkan rasa percaya diri di berbagai area dalam kehidupan. Ingat di awal tadi, rasa malu itu wajar. Biasanya hanya terjadi di pikiran. Jadi, pada akhirnya rasa cemas, ketakutan untuk gagal, ketakutan ditolak, dan ketakutan akan dipermalukan itu tidak seharusnya menghentikan langkah untuk mengembangkan diri. Mulai saja take action. Seperti quote dari Peter Parker di Spiderman, sometimes all you need is a leap of faith.

Cobalah buat keluar dari zona nyaman dan berpartisipasi aktif di berbagai kegiatan baru, Seperti kata Elsa, Into the Unknown!! Kalo masih duduk di bangku SMA, mulailah ikut kegiatan OSIS atau ekskul yang memaksa kamu untuk banyak berinteraksi dengan orang atau berbicara di depan umum. Bagi yang sudah kuliah, coba saja ikut kegiatan organisasi atau kepanitiaan dan masuk ke divisi yang mengharuskan untuk berhubungan dengan banyak orang. Bagaimana jika sudah bekerja? Tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk ikut kegiatan relawan (volunteer) yang mengharuskan bertemu dengan orang baru.

Tidak sifat pemalu itu buruk ya! Pemalu juga punya beberapa hal positif. Salah satunya adalah waktu mengambil keputusan. Orang pemalu cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengambil keputusan karena banyak hal yang menjadi pertimbangan. Jika rasa malu ini masih mengganggu, ada baiknya melakukan konseling dengan profesional.(Indah R/LINES)

Tags: kesehatanmanusiaMentalPemalupsikologiSifat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.