Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Desain dan Spanduk HARI SANTRI 2026
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Desain dan Spanduk HARI SANTRI 2026
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai kehidupan (12)

2009/07/02
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Sungguh amat berbeda arti menyederhanakan dan mengecilkan. Namun, banyak orang yang masih menyamakan arti menyederhanakan dan mengecilkan. Padahal sebenarnya sangat jauh berbeda arti dan maknanya. Pada banyak kasus di dalam kehidupan dunia ini, kerap terjadi prahara karena orang terlalu mengecilkan masalah. Menganggap sepele hal yang kecil. Menganggap renik hal yang sepele. Lihatlah kembali kasus jebolnya Situ Gintung. Banyak yang tidak peduli ketika sudah ada tanda – tanda dinding situ rembes. Laporan warga yang peduli dianggap angin lalu. Malah dicurigai orang yang iri. Banyak yang tidak care ketika badan situ tertutup oleh rumah dan peruntukan lain. Dan baru terasa ketika akhirnya dinding situ jebol dan menelan banyak korban jiwa. Laksana bah, tsunami kedua setelah Aceh. Harta, benda dan nyawa tak terbilang hilang karenanya. Orang pun banyak yang berduka. Saling tuding, saling menyalahkan. Ujung – ujungnya sejatinya cuma satu karena mengecilkan masalah. Rembes itu mah sudah biasa, udah dari dulu. Kemarin malah ada laporan bocor. Kriwikan dadi grojogan.

Berbeda dengan mengecilkan, menyederhanakan adalah membuat yang rumit menjadi mudah. Menyederhanakan adalah membuat yang njlimet menjadi terang dimengerti. Menyederhanakan adalah membuat yang ruwet menjadi terurai, tak kusut lagi. Membuat yang membingungkan menjadi mudah dipahami. Menyederhanakan adalah membuat sesuatu bisa berjalan walau dengan cara dan kualitas yang berbeda, akan tetapi esensinya sama sehingga tujuan berhasil. Seperti kata pepatah; tak ada rotan akarpun jadi. Nggak ada mobil, ya naik motor. Nggak ada motor ya naik sepeda. Kalau nggak ada sepeda ya jalan kaki. Kalau nggak bisa jalan ya ngesot, dst hingga sampai pada tujuan. Contoh lagi, kalau nggak bisa sholat berdiri ya sambil duduk. Kalau dengan duduk juga belum bisa, ya sambil berbaring. Dengan berbaring masih nggak mampu yang dengan isyarat. Jika dengan isyarat ternyata tidak bisa juga, maka sudah sepantasnya disholati. Orang yang menyederhanakan punya energi positif untuk menyelesaikan masalah, meraih tujuan dan perhatian dengan langkah yang ditempuh, meski dengan beribu cara. Sedangkan mengecilkan mengandung energi negatif yang cenderung mengabaikan, melupakan dan meninggalkan masalah. Akibatnya, masalah itu membesar dan akhirnya tak tertangani.

Sebagai muslim, sebenarnya kita telah dilatih dengan rancak lagi titis, bagaimana menyederhanakan masalah. Sebagai orang iman, kita dilatih untuk tidak membesar – besarkan masalah. Coba renungkan kalimat Allahu akbar sebagai bagian terakhir dari rangkaian bacaan tasbih dan tahmid sehabis sholat. Allah Maha Besar. Kita akan merasa bahwa hanya Allahlah yang Maha Besar. Hanya urusan kepada Allahlah yang paling besar. Urusan akhirat. Selain itu adalah masalah kecil. Ingat cantolan; beli kerbau dapat talinya. Atau beli tempat tidur dapat kolongnya. Ini adalah gandengan yang tidak bisa dipungkiri. Benar adanya. Inilah proses pemahaman penyederhanaan hidup. Inilah hakiki kehidupan. Tidak mungkin seseorang beli kolong, untuk sebuah tempat tidur.
Masih banyak orang yang menganggap urusan dunia ini sebagai masalah yang besar. Masalah yang pol, sehingga kalau tidak berhasil rasanya seperti habis sudah riwayatnya. Banyak hal-hal yang dipusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah yang sederhana, kecil bahkan sepele. Masalah-masalah cepil, meminjam istilah anak saya, bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang. Dengan mempunyai pendirian bahwa semua urusan dunia itu adalah urusan kecil, yang besar adalah hanya urusan kepada Allah, tentu langkah kita menjadi ringan dan ibadah kita menjadi semakin mendalam. Walhasil kebahagiaan akan datang dan turun menyirami jiwa – raga kita, seperti turunnya embun di pagi hari. Tanpa diminta, tanpa dicari, ketika fajar menyingsing, embun beriring menyirami seisi bumi.

Inilah kunci ketiga kebahagiaan yaitu menyederhanakan masalah dengan memahami bahwa urusan dunia itu urusan yang kecil, sehingga tidak perlu membesar-besarkan hal-hal kecil tadi. Awas jangan terkecoh dengan mengecilkan masalah. Sebab sesungguhnya hidup itu sederhana, tetapi banyak orang yang merasa kesulitan bagaimana untuk menyederhanakan hidup. Inilah tantangan kita. Dalam surat Ghofir ayat 57 Allah berfirman: Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Oleh : Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Sujud (lagi)
  • Marsudi hadi Mulyono on Hadiri Rakor Pakem, LDII Kota Palembang Dukung Pencegahan Konflik Antarumat Beragama
  • Al Hilal on Perkuat Sinergi di Wilayah Perbatasan, LDII Kotabaru Silaturahim dengan LDII Paser
  • Catur Wati on Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan
  • sahrudin udin on Silaturahim dengan Kapolres Baru, LDII Luwu Timur Sinergi Jaga Kerukunan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

October 22, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

Dua Pesilat Muda LDII Jateng Siap Berlaga di Uzbekistan

4
DPP LDII Fokus Perkuat SDM Pengurus Hingga Tingkat PAC

DPP LDII Fokus Perkuat SDM Pengurus Hingga Tingkat PAC

5
Bolehkah Khutbah Jumat Selain Bahasa Arab?

Bolehkah Khutbah Jumat Selain Bahasa Arab?

25
Sujud (lagi)

Sujud (lagi)

1
DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri

DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri

October 26, 2026
LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut

LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut

October 26, 2026
LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian

LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian

October 26, 2026
Hadiri HSN di Ponpes LDII, Kakan Kemenag Kota Padang Tekankan Kemandirian Santri

Hadiri HSN di Ponpes LDII, Kakan Kemenag Kota Padang Tekankan Kemandirian Santri

October 26, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • DPK Banten Bina Kearsipan LDII Banten, Dorong Sinergi Literasi untuk Santri October 26, 2026
  • LDII Banyuwangi Bekali 100 Pemuda Keterampilan Cukur Rambut October 26, 2026
  • LDII Bangkok Bekali Generus Putri Keterampilan Menjahit untuk Bangun Kemandirian October 26, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Desain dan Spanduk HARI SANTRI 2026
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.