Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Jualan Terbaik

2025/08/22
in Nasehat
3
Ilustrasi: Pinterest.

Ilustrasi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan

Sudah lama saya tidak menyempatkan diri berkunjung ke Gramedia. Ketika akhirnya kembali ke sana bersama keluarga beberapa waktu lalu, perhatian saya pun langsung tertuju pada pajangan di etalase masuknya. Biasanya terpajang produk berlabel best seller’s dan produk sebagai pendatang baru yang akan berkompetisi merebut pangsa pasar di sana. Mata pun langsung scanning mencari-cari produk apa yang menjadi trending saat ini. Dan ternyata, banyak stok lama, bahkan saya sudah membaca bukunya 10-15 tahun lalu. Tetapi kenapa sekarang masih menjadi best seller’s? Atau hanya sekadar strategi dagang untuk memberi cerita? Dua di antara best seller’s itu adalah Rich Dad Poor Dad dan Blink. Bagi penyuka buku pasti tahu karya siapa itu.

Ternyata fenomena best seller’s pernah diteliti seorang doktor dalam bidang statistik. Ia mencoba mengukur, sebenarnya berapa banyak buku yang terbit di Indonesia dan benar-benar menyandang predikat best seller. Hasilnya cukup menarik: hanya sekitar 30% buku yang berhasil menjadi laris manis, 40% berada di kategori sedang-sedang saja, sementara sisanya—sekitar 30%—benar-benar babak belur, tidak laku di pasaran.

Namun, sang doktor itu punya teori yang lebih dalam. Ia mengatakan bahwa kegagalan itu mutlak perlu. Justru karena ada 30% buku yang gagal, maka ada pula 30% buku yang berhasil. Tanpa kegagalan, tidak ada keberhasilan. Dalam bahasa statistik, semakin besar peluang gagal yang dialami, semakin besar pula potensi keberhasilan yang bisa dipetik. Singkatnya, kegagalan adalah saudara kembar kesuksesan. Mari kita cermati dalil indah di bawah ini.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5-6).

Kata “al ‘usr (kesulitan)” yang diulang dalam surat ini memiliki makna yang sama. Kata al ‘usr dalam ayat 5 sebenarnya sama dengan al ‘usr dalam ayat 6, karena keduanya menggunakan isim ma’rifah (kata yang diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Jika isim ma’rifah diulang, maka kata yang kedua sama dengan kata yang pertama. Intinya, al ‘usr (kesulitan) pada ayat pertama sama dengan al ‘usr (kesulitan) pada ayat kedua.

Berbeda dengan kata “yusro (kemudahan)” , kata pertama (ayat 5) berbeda dengan yusro (kemudahan) kedua (ayat 6) karena keduanya menggunakan isim nakiroh (kata yang tidak diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Secara umum, jika isim nakiroh itu diulang, maka kata yang kedua berbeda dengan kata yang pertama.” Dengan demikian, kemudahan itu ada dua karena berulang. Ini berarti ada satu kesulitan dan ada dua kemudahan. Oleh karena itu, para ulama pun seringkali mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Dengan kata lain, di balik satu kesulitan ada dua kemudahan.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.” Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran, “Badai pastilah berlalu, yaitu setelah ada kesulitan pasti ada jalan keluar.”

Selanjutnya dalam ayat di atas, digunakan kata ma’a, yang asalnya bermakna “bersama”. Artinya, “kemudahan akan selalu menyertai kesulitan”. Oleh karena itu, para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.” Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun.

Dalam perspektif lain; kegagalan, jika dipandang dari kacamata positif, adalah guru terbaik. Dari kegagalan orang belajar, naluri semakin terasah, keberanian untuk mencoba hal baru tumbuh, dan jiwa menjadi lebih bijak. Perhitungan pun makin akurat, cara berpikir makin detail, dan strategi makin tajam. Oleh karena itu, Sang Pencipta mengingatkan dengan bijak dan santun;

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian.” [QS Al-Baqarah:185].

Namun, problem besar manusia adalah: kebanyakan orang takut pada kegagalan. Richard Farson dan Ralph Keyes dalam bukunya Whoever Makes The Most Mistakes Wins menuturkan, meskipun semua orang tahu bahwa kegagalan adalah guru berharga, tetap saja mayoritas orang berusaha keras menghindarinya. Ironisnya, alih-alih belajar, mereka justru terjebak menjadi pemain yang aman—safe player.

Akibatnya, muncul pola pikir yang serba hati-hati. Semua jalur inovasi yang berisiko ditutup rapat. Orang hanya mau berjalan di rute yang terang dan mulus. Apa yang gelap, misterius, atau belum pernah dicoba, dihindari. Inilah awal dari kegagalan inovasi. Padahal, jika ditilik lebih jauh, benih inovasi justru sering lahir dari kesalahan dan kegagalan. Tidak heran bila inovasi itu mahal ongkosnya.

Sang doktor kemudian menarik contoh ke dunia olahraga. Ia menyebut tim bulu tangkis Indonesia. Kita pernah berjaya, bahkan menjadi legenda dunia. Namun setelah mengalami serangkaian kekalahan dan kritik tajam, manajemennya tampak memilih jalur aman. Tidak ada gebrakan revolusioner, tidak ada perubahan manajemen yang berani. Akibatnya, prestasi justru makin terpuruk. Apalagi kalau bicara soal sepak bola. Kita sering lebih banyak menelan kecewa daripada bangga.

Padahal, sejarah olahraga dunia menunjukkan, kemenangan spektakuler sering tercipta justru dari jurus-jurus berisiko tinggi, bahkan terkadang dari keputusan yang nekat. Juara adalah mereka yang punya nyali besar. Mereka yang tidak takut kalah, karena tahu bahwa tanpa kegagalan tidak akan ada kemenangan besar. Allah, Tuhan Semesta Alam berjanji;

سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath-Thalaq: 7)

Saya merenung. Saya kontemplasi. Dan akhirnya tersadar. Ternyata hukum yang sama berlaku pula dalam kehidupan rohani. Dalam ibadah, khususnya dalam menghidupkan malam, seseorang tidak boleh berhenti hanya karena berkali-kali gagal bangun. Gagal sekali bukan akhir. Gagal dua kali pun belum tamat. Gagal 1000 kali pun, belum waktunya menyerah. Justru dari kegagalan-kegagalan itu seseorang belajar menemukan strategi baru, mencari cara lain, dan berani mencoba jalur yang lebih efektif.

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْ

“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-Ankabut:69)

Ya, kadang diperlukan keberanian “nekat” untuk menantang diri. Karena belantara sepertiga malam bukan wilayah yang mudah. Kantuk datang menyerang, rasa malas menjerat, bahkan logika sering membenarkan alasan untuk menunda. Tapi justru di situlah letak kemenangan sejati. Gagal, coba lagi. Gagal, bangkit lagi. Gagal, berusaha lagi. Sampai akhirnya berhasil. Ingatlah selalu, tatakala satu pintu terkunci, ada pintu lain yang masih terbuka. Percayalah!

Jika dalam dunia bisnis atau olahraga, kegagalan bisa melahirkan inovasi dan strategi baru, maka dalam dunia ibadah, kegagalan melatih seseorang untuk lebih ikhlas, lebih tekun, dan lebih sadar bahwa hanya dengan pertolongan Allah-lah seseorang bisa berhasil. Kesalahan dan kegagalan bukan alasan untuk mundur, tetapi justru petunjuk bahwa ada jalan lain yang lebih tepat untuk ditempuh. Satu pintu tertutup, terdapat puluhan pintu lain terbuka.

Akhirnya, yang kita cari bukan sekadar label best seller’s di toko buku, melainkan pengakuan sebagai pribadi “best seller’s” di hadapan Allah. Pribadi yang berani melawan kantuk, mengatasi rasa malas, dan membiasakan diri menembus sunyinya malam. Allah telah menggambarkan pribadi semacam itu dalam Al-Qur’an:

كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)

وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

“Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS At-Taubah:111)

Inilah ciri orang-orang bertakwa yang mampu menjual dirinya menjadi best seller’s: tidak terlena dalam kenyamanan, tidak takut pada kegagalan, berani mencoba lagi, dan terus menghidupkan malam dengan doa dan istighfar. Maka, apakah kita berani mengambil jalan yang sama? Jalan para juara kehidupan, para pemenang sejati, yang tidak gentar menghadapi kegagalan demi satu kemenangan besar: diterima sebagai hamba Allah yang mulia sebab takwanya.

Tags: Best SellerJualan Terbaik

Comments 3

  1. Fauzi Achmadi says:
    9 months ago

    ok ajkh mas

    Reply
  2. Joko Widodo says:
    9 months ago

    Barokah barokah

    Reply
  3. Supardo says:
    9 months ago

    Alhamdulillah kalimat terbaik

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Suraji on LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah
  • AngkaDH on KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah
  • AngkaDH on LDII Kota Bekasi Perkuat Kapasitas Pengurus PC dan PAC Lewat Capacity Building
  • AngkaDH on LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah
  • AngkaDH on Hadiri Upacara Pemkab Bandung, LDII Dukung Tiga Pilar Pembangunan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasi Akomodasi Daker Makkah, Suryo Panilih

Aktivitas Jemur Jemaah Dibatasi, PPIH Siapkan Solusi Alternatif

May 9, 2026
Mbah Mardijiyono

Berusia 103 Tahun, Mbah Mardijiyono Jemaah Haji Tertua Asal Indonesia

May 4, 2026
Kick off Gelombang II, Jemaah Diimbau Pakai Ihram di Embarkasi

Kick off Gelombang II, Jemaah Diimbau Pakai Ihram di Embarkasi

May 7, 2026
KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah

KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah

May 11, 2026
Pererat Kolaborasi, LDII Dlingo Jalin Silaturahim dengan Pengurus LDII Playen dan Patuk

Pererat Kolaborasi, LDII Dlingo Jalin Silaturahim dengan Pengurus LDII Playen dan Patuk

30
LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah

LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah

2
KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah

KH Sunarto: Posyandu Kolaborasi Nyata Pemkot dan Ponpes Wali Barokah

2
Kasi Akomodasi Daker Makkah, Suryo Panilih

Aktivitas Jemur Jemaah Dibatasi, PPIH Siapkan Solusi Alternatif

2
LDII Gianyar Hadiri Sosialisasi Perlindungan Jaminan Sosial dari Kemenag Gianyar dan BPJS Ketenagakerjaan

LDII Gianyar Hadiri Sosialisasi Perlindungan Jaminan Sosial dari Kemenag Gianyar dan BPJS Ketenagakerjaan

May 16, 2026
LDII Bali Kolaborasi dengan BPBD, Bekali Generasi Muda Tanggap Bencana dan Lingkungan

LDII Bali Kolaborasi dengan BPBD, Bekali Generasi Muda Tanggap Bencana dan Lingkungan

May 16, 2026
Kesbangpol Kota Tarakan Kunjungi Yayasan Nurhasan Insan Mulia, Bahas Penguatan Karakter

Kesbangpol Kota Tarakan Kunjungi Yayasan Nurhasan Insan Mulia, Bahas Penguatan Karakter

May 16, 2026
Masifkan Publikasi, LDII Bungo Helat Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar

Masifkan Publikasi, LDII Bungo Helat Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar

May 16, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Gianyar Hadiri Sosialisasi Perlindungan Jaminan Sosial dari Kemenag Gianyar dan BPJS Ketenagakerjaan May 16, 2026
  • LDII Bali Kolaborasi dengan BPBD, Bekali Generasi Muda Tanggap Bencana dan Lingkungan May 16, 2026
  • Kesbangpol Kota Tarakan Kunjungi Yayasan Nurhasan Insan Mulia, Bahas Penguatan Karakter May 16, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.