Makkah (24/5). Pengelolaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mendapat penilaian positif dari DPR RI. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang menyebut, pelaksanaan haji oleh Kementerian Haji dan Umrah tahun ini berjalan lebih tertata dan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, Makkah, Rabu (22/5/2026).
Namun demikian, ia menegaskan, perhatian utama saat ini tidak boleh lengah, terutama menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menjadi titik paling krusial dalam rangkaian haji.
“Untuk sementara sampai sekarang ini mudah-mudahan terus belum ada kendala yang berarti. Jemaah masih terlayani dengan baik, masih on the track. Namun demikian, dari hari ke hari kita terus ingin mendukung pemerintah, membantu pemerintah,” ujarnya.
Menurut Marwan, secara umum pelayanan terhadap jemaah haji sejauh ini sudah berjalan baik dan dapat dikelola dengan lebih tertib. Jika pun muncul keluhan, ia menilai hal tersebut lebih bersifat individual dan bukan merupakan masalah sistemik dalam manajemen pelayanan.
“Rasanya pelayanan sekarang ini sudah bisa termanage dengan baik kalaupun ada keluhan. Itu kan orang per orang, kecil tidak bagian dari kesalahan manajemen,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengingatkan agar pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi risiko menjelang puncak haji di Armuzna, khususnya terkait layanan transportasi yang kerap menjadi tantangan di lapangan.
“Maka sekarang tinggal fokus di Armuzna. Armuzna inilah nanti yang kita harapkan tidak ada problem. Biasanya persoalannya kan angkutan, busnya tidak sampai, busnya terlambat,” katanya.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh persiapan layanan puncak haji di Armuzna terus dimatangkan. Saat ini, seluruh jemaah haji Indonesia telah berada di Makkah dan memasuki tahap akhir persiapan menuju Arafah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff menyampaikan, pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dimulai pada 8 Dzulhijjah secara bertahap dalam tiga gelombang keberangkatan.
“Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria.
Ia menjelaskan, sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah telah lebih dahulu diberangkatkan untuk memastikan seluruh kesiapan layanan di lapangan. Pemeriksaan mencakup tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah.
“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” katanya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan puncak haji tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.











