Samarinda (20/6). DPW LDII Kalimantan Timur menghimpun data jumlah hewan kurban 2026 yang mencapai 909 sapi dan 305 kambing, dengan estimasi nilai ekonomi hingga puluhan miliar. Hal itu mengacu pada semangat berkurban ‘Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi’ yang digaungkan LDII secara nasional.
Wakil Ketua DPW LDII Kaltim Bidang Media, Imam Sujono Lutfi, menjelaskan bahwa ibadah kurban dimaknai sebagai wujud penguatan spiritual dan sosial. Kurban juga menyokong penguatan ekonomi rakyat lewat tebar kurban. “LDII memaknai ibadah kurban sebagai wujud nyata ketakwaan individu, keikhlasan, serta bentuk kepedulian sosial untuk mempererat ukhuwah,” ujar Imam Sujono Lutfi.
Selain itu Lutfi menambahkan, hikmah utama kurban bagi warga LDII adalah meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan dengan keteladanan kurban Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Hal itu turut memperkuat kesalehan sosial dengan berbagi kepada masyarakat luas. “Daging kurban didistribusikan seluas-luasnya, melatih empati kepada sesama, dan menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Selain memberikan manfaat sosial, pelaksanaan kurban juga dinilai mendukung program pemerintah melalui penyediaan asupan protein bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembelian hewan kurban dari peternak lokal dan pelaku usaha kecil.
“Bagi LDII, momen Idul Adha tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai pilar penguatan sosial dan ekonomi umat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Kaltim Wildan Taufik mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di seluruh titik berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan warga secara gotong royong. “Semangat kebersamaan terlihat kuat dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Mulai dari persiapan salat Idul Adha hingga distribusi daging kurban dilakukan bersama-sama,” katanya.
Ia berharap momen itu semakin mempererat hubungan sosial antarwarga dan menjadi kontribusi nyata dalam menumbuhkan nilai kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Kalimantan Timur.













