Bandung (12/8). DPD LDII Kabupaten Bandung menghadiri kegiatan fasilitasi teknis program “Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja” yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Kegiatan tersebut digelar di Rumah Aspirasi, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, dalam mendukung program kependudukan dan pembangunan keluarga. Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi mengungkapkan LDII mendukung program kependudukan dan pembangunan keluarga yang dipaparkan pemerintah.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan pembinaan keluarga yang selama ini dilakukan LDII, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas, “Kami hadir lengkap, mulai dari DPD, PC, PAC hingga ibu-ibu PPKK LDII. Ini menunjukkan komitmen kami untuk bersinergi dan siap mendukung program pemerintah,” ujar Didin.
Ia berharap keterlibatan LDII dapat terus diperkuat hingga tingkat PC dan PAC sehingga informasi dan program pemerintah dapat lebih mudah disampaikan kepada masyarakat. Sementara itu, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN, Wahyuniati mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan berbagai mitra untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Kami menyadari sebagai pemerintah itu kita tidak bisa bekerja sendiri. Kalau ada program kemitraan seperti ini kami sangat senang,” ujarnya.
Menurut Wahyuniati, organisasi kemasyarakatan memiliki jaringan yang dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi dan edukasi terkait kependudukan serta pembangunan keluarga, “Kolaborasi tersebut diharapkan membuat program pemerintah tidak hanya berjalan di tingkat kebijakan, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh keluarga,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi dalam membangun generasi berkualitas. Salah satu perhatian pemerintah adalah pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, “1.000 hari pertama kehidupan itu adalah golden period pertumbuhan seorang anak,” jelas Wahyuniati.

Wahyuniati mengajak organisasi kemasyarakatan untuk turut menyampaikan edukasi mengenai pentingnya 1.000 HPK kepada masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak tingkat keluarga.
Selain kesehatan dan gizi, pemerintah mendorong penguatan pengasuhan anak di tengah kondisi Indonesia yang sedang berada dalam fase bonus demografi. Dukungan terhadap keluarga diperlukan agar orang tua yang bekerja tetap dapat menjalankan peran pengasuhan dengan baik.
Program lain yang diperkenalkan adalah gerakan orang tua asuh yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, sektor swasta, hingga BUMN. Program tersebut diarahkan untuk memberikan dukungan kepada anak dan keluarga yang membutuhkan serta membantu upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. (LINES)

