Banjarbaru (19/7). DPD LDII Kota Banjarbaru menggelar Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda. Dewan Penasehat LDII Banjarbaru Muslim Abdullah mengatakan, pembangunan karakter adalah pondasi mencetak generasi penerus yang unggul.
Acara yang berlangsung di Padepokan Persinas ASAD Kota Banjarbaru itu digelar selama empat hari, pada 9-12 Juli 2026. Muslim menegaskan, pihaknya berupaya menempatkan pembinaan pemuda sebagai program prioritas utama organisasi.
“Kegiatan rutin ini menjadi langkah nyata DPD LDII Banjarbaru membentengi serta mempersiapkan generasi muda di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat. Melalui CAI ke-47, kami berupaya mencetak generasi penerus (generus) yang tidak hanya unggul secara akademis, melainkan juga memiliki moralitas spiritual yang kokoh, berjiwa nasionalis, serta siap menghadapi tantangan global,” ujar Muslim.
Dalam membina generus yang unggul, Muslim menjelaskan, LDII secara konsisten mengimplementasikan program 29 Karakter Luhur. Pedoman pembinaan tersebut mencakup berbagai nilai esensial, mulai dari kejujuran, amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama tim, hingga kepedulian terhadap sesama.
“Kami juga ingin menonjolkan sifat jujur, amanah, dan bertanggung jawab para pemuda. Kita ingin mereka menjadi pemuda yang profesional, nasionalis, serta yang tidak kalah pentingnya adalah religius,” tambahnya.
Di sisi lain, Muslim juga menyoroti ancaman nyata yang sedang mengintai masa depan remaja saat ini. Mulai dari jeratan narkoba, aksi tawuran, maraknya geng motor, hingga paparan konten negatif di dunia maya. Hal inilah yang membuat pembinaan karakter generus bersifat mutlak dan mendesak.
Ia mengingatkan, langkah pencegahan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan butuh komitmen jangka panjang serta sinergi yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat.
“Kami tidak ingin generasi LDII bersinggungan atau bahkan terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif tersebut. Pelatihan dan pembinaan ini harus dilakukan secara terus-menerus. Oleh karena itu, kami memohon kepada seluruh unsur, baik orang tua, tenaga pendidik, pakar pendidikan, stakeholder, hingga para alim ulama untuk bahu-membahu membina generasi muda kita,” tegas Muslim.













