Tegal (22/7). DPD LDII Kabupaten Tegal menggelar Pengajian Sarimbit bagi pasangan suami istri. Pengajian untuk membina keharmonisan rumah tangga itu digelar di Masjid Al Huda Mansurin, Tegal, Jawa Tengah pada Minggu (31/5/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Surga di Rumah (Mengukuhkan Hubungan, Menyemai Kasih Sayang, Menuju Keluarga Idaman)” itu, menjadi bagian dari program pembinaan keluarga yang rutin diselenggarakan LDII.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Wijiyanto, mengatakan pembinaan keluarga menjadi salah satu prioritas organisasi, karena keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter generasi penerus. Menurutnya, keharmonisan rumah tangga akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan anak, hubungan sosial, hingga ketahanan masyarakat secara luas.
“Keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban. Ketika hubungan suami istri berjalan dengan baik, proses pendidikan anak akan lebih optimal dan lingkungan sosial juga akan tumbuh lebih harmonis,” ujar Wijiyanto.
Ia menambahkan, LDII terus mengembangkan berbagai program pembinaan keluarga sebagai upaya memperkuat komunikasi di dalam rumah tangga. Menurutnya, tantangan kehidupan modern menuntut pasangan suami istri memiliki bekal ilmu dan kemampuan menyelesaikan persoalan keluarga secara bijaksana.
“Pembinaan seperti ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi pasangan suami istri untuk saling memahami, memperbaiki komunikasi, dan membangun rumah tangga yang kokoh berdasarkan nilai-nilai Islam,” katanya.
Ketua Penggerak Pembina Generus (PPG), Parwoko, saat membuka kegiatan mengajak seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh, agar materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai keharmonisan keluarga tidak lahir secara otomatis, melainkan melalui proses belajar yang terus dilakukan oleh suami dan istri.
“Setiap keluarga memiliki dinamika yang berbeda. Melalui forum ini, peserta dapat menambah wawasan, berbagi pengalaman, dan menemukan cara membangun hubungan yang lebih baik di dalam keluarga,” ujarnya.
Materi utama disampaikan Kis Triantono yang mengulas strategi membangun keluarga harmonis melalui komunikasi yang sehat, pembagian peran yang seimbang, serta penguatan kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga. Ia menjelaskan keharmonisan keluarga dibangun melalui komitmen, kesabaran, dan kesediaan untuk saling memahami.
“Rumah yang dipenuhi komunikasi yang baik akan menjadi tempat tumbuhnya rasa saling percaya. Suami dan istri perlu saling mendukung, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan persoalan dengan musyawarah agar hubungan tetap terjaga,” kata Kis Triantono.

