Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Masalah Pemuda, Masalah Bangsa

2017/10/29
in Organisasi
0
sumpahpemuda DILI
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (28/10). Peringatan Hari Sumpah Pemuda bagi DPP LDII merupakan pengingat bagi masyarakat dan pemerintah, mengenai peran vital para pemuda dalam dalam

pembangunan nasional dan keberlangsungan hidup bangsa.

“Bangsa Indonesia bakal menikmati bonus demografi pada 2020-2035, di mana Indonesia bakal memiliki 70 persen penduduk produktif pada tahun itu,” ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo. Namun, bonus demografi ini bisa menjadi petaka demografi bila pemerintah mengabaikan permasalahan yang dihadapi para pemuda.

Prasetyo mengandaikan masalah pemuda era kolonial dan era Indonesia modern jauh berbeda. Pemuda era kolonial menghadapi musuh bersama, berupa penjajahan yang menciptakan perasaan senasib untuk menjadi bangsa dan negara yang baru. Sementara pemuda masa kini menghadapi kian menyempitnya dunia – akibat kemajuan teknologi informasi – yang membuat dunia tanpa batas.

Hal ini menurut Prasetyo, mampu mengikis nasionalisme. Lalu tumbuhlah ideologi hedonisme akibat terpaan budaya konsumerisme, yang dimainkan indsutri melalui iklan-iklan yang ditayangkan secara global.

“Benturan budaya ini membuat kegiatan alamiah justru menjadi ajang hedonisme. Para pemuda tidak bisa menahan diri hanya karena mengikuti tren,” papar Prasetyo. Ia mencontohkan olahraga bersepeda, jogging, atau acara kumpul-kumpul, justru menjadi parade brand-brand dunia nan mahal, “Seperti ingin menunjukkan ‘siapa bergantung apa yang dipakai’, yang menunjukkan pemujaan terhadap kekayaan dan kemewahan, bukan pada prestasi individu,” imbuh Prasetyo.

Persoalan lain, area publik sebagai ajang kreativitas pemuda kian sedikit. Dahulu para pemuda melakukan berbagai kegiatan positif di Karang Taruna, yang didukung penuh oleh aparat pemerintah dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Namun, kegiatan Karang Taruna di kota-kota besar mengalami mati suri. Padahal dalam Karang Taruna inilah para pemuda bebas berkreativitas dan berorganisasi.

Selain itu, pendidikan Indonesia yang lebih mengutamakan prestasi akademik dan mengabaikan keteladanan, membuat para pemuda hanya tahu berkompetisi dan kehilangan daya nalar, memahami lingkungan, tenggang rasa, hingga gotong royong. Para pemuda saat ini, menjadi pemuda yang individualistis dan lebih suka mementingkan diri sendiri.

“Pelajaran yang bertumpuk di luar kapasitas kemampuan berpikir anak-anak, hanya memicu stres. Inilah yang mengganggu tumbuh kembang anak-anak atau pemuda,” ujar Prasetyo yang sekaligus pendiri dan Ketua Paradigma Institute.

Sebagai solusi Prasetyo meminta kepada pemerintah untuk melakukan penguatan keluarga dan perbaikan kesejahteraan, yang paralel dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Penguatan keluarga dalam bentuk memberikan edukasi atau nilai kepada orangtua, agar mampu mendidik anak-anak mereka dengan baik.

“Pemerintah dengan segala wewenangnya mampu mengendalikan informasi atau membuat kebijakan mengenai tayangan-tayangan yang mendidik di televisi-televisi swasta, yang disesuaikan dengan tren atau pengemasan yang mudah dicerna. Sehingga menghasilkan penonton yang cerdas, yang memiliki karakter mulia,” imbuh Prasetyo.

Sejalan dengan itu, pembangunan harus benar-benar ditujukan untuk kesejahteraan rakyat, sehingga problem gizi dalam masyarakat bisa diselesaikan.

“Generasi berkualitas tidak lahir dari generasi yang mengalami stres dan kekurangan gizi. Untuk itu pemerintah perlu mengkampanyekan kembali kesadaran mengkonsumsi makanan bergizi yang tak harus mahal. Dari sinilah pemerintah membangun para pemuda,” ujar Prasetyo.

Pemerintah harus kembali menghidupkan, mendorong, dan membantu lembaga-lembaga kepemudaan, baik di kampus maupun di kampung-kampung sebagai wahana penyaluran kreativitas sekaligus wahana membentuk karakter pemuda.

Pengabaian pendidikan dan pembentukan karakter pemuda yang mulia, merupakan langkah sistematis menghilangkan sebuah negara dan juga bangsa. Inilah yang harus menjadi kesadaran bersama dalam Hari Sumpah Pemuda, begitu keyakinan Prasetyo Soenaryo.

Bila Bung Karno di zaman lampau hanya meminta 100 pemuda untuk menggoncang dunia. Hari ini, analogi 100 pemuda terbilang sulit untuk menggoncang dunia, karena pemuda era digital lebih sibuk ribut satu sama lain, mementingkan diri sendiri, dan abai lingkungan sekitar.

 

sumber gambar: damniloveindonesia, cdn-metrotvnews

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Soedradjat on Yang Menggetarkan
  • Angka DH on DPP LDII Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat Praktikkan Hidup Bersahaja ‘Muzhid Mujhid’
  • Angka DH on KIM DPP LDII: Generasi Muda Perlu Tingkatkan Literasi Medsos untuk Etalase Organisasi
  • Mulyadi Safwan on Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh
  • Mulyadi Safwan on Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ratusan Hewan Kurban Ponpes Gadingmangu Jombang Disalurkan untuk Warga

Ratusan Hewan Kurban Ponpes Gadingmangu Jombang Disalurkan untuk Warga

June 12, 2026
Sapi Kurban Itu Naik Pompong untuk Semarakkan Idul Adha

Sapi Kurban Itu Naik Pompong untuk Semarakkan Idul Adha

June 15, 2026
Ichsan Marsha, Jubir Kemenhaj

Kemenhaj Bongkar Kasus Badal Haji dan Kurban Fiktif Bernilai Miliaran Rupiah

June 11, 2026
Tingkatkan Kepedulian Sosial, LDII Wonosobo Perbanyak Penyaluran Daging Kurban bagi Masyarakat

Tingkatkan Kepedulian Sosial, LDII Wonosobo Perbanyak Penyaluran Daging Kurban bagi Masyarakat

June 10, 2026
Mahasiswa LDII Raih First Prize Huawei ICT Competition Lewat Inovasi AI

Mahasiswa LDII Raih First Prize Huawei ICT Competition Lewat Inovasi AI

7
Yang Menggetarkan

Yang Menggetarkan

3
KIM DPP LDII: Generasi Muda Perlu Tingkatkan Literasi Medsos untuk Etalase Organisasi

KIM DPP LDII: Generasi Muda Perlu Tingkatkan Literasi Medsos untuk Etalase Organisasi

2
DPP LDII Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat Praktikkan Hidup Bersahaja ‘Muzhid Mujhid’

DPP LDII Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat Praktikkan Hidup Bersahaja ‘Muzhid Mujhid’

2
Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah

Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah

June 15, 2026
Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah

Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah

June 15, 2026
Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh

Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh

June 15, 2026
Sako SPN LDII Muba 2026 Cetak 50 Calon Pembina Pramuka Berbasis Masjid

Sako SPN LDII Muba 2026 Cetak 50 Calon Pembina Pramuka Berbasis Masjid

June 15, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Bupati Boyolali Ajak LDII Dukung Program Pembangunan Daerah June 15, 2026
  • Audiensi dengan Kapolresta Denpasar, LDII Jajaki Kolaborasi Penanganan Sampah June 15, 2026
  • Wujudkan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlak Mulia, LDII Bayung Lencir Helat Festival Anak Saleh June 15, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.