Banyuwangi (2/11). Pemuda LDII Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan Kemah Lintas Agama yang bertajuk “Merajut Harmoni dalam Keberagaman”. Kegiatan tersebut sebagai ruang perjumpaan bagi generasi muda lintas agama untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan.
Kegiatan tersebut digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi selama dua hari 16–17 Oktober 2026, bertempat di Gerbang Raung, Jambewangi, Sempu, Banyuwangi.
“Kami mengapresiasi kolaborasi FKUB sehingga terselenggara kegiatan ini. Perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan jika dirawat melalui sikap saling menghormati,” ungkap Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.
Ia menjelaskan dalam merajut harmoni, keberagaman mengajarkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dianyam menjadi kekuatan bersama. Menurutnya, harmoni bukan berarti harus sama dalam segala hal. “Pemuda yang hadir dalam kegiatan tersebut, untuk terus memperkuat karakteristik masing-masing,” tegas Mujiono.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Banyuwangi, Nur Chozin mengatakan, kemah lintas agama tersebut melibatkan sejumlah unsur kerukunan, di antaranya Komunitas Guru Lintas Agama (KG Lima), Forum Istri Lintas Agama (Fila), Forum Pemuda Lintas Agama (Formula), dan Paguyuban Umat Lintas Agama (Pulma).
“Interaksi dan silaturahmi antarumat beragama di Banyuwangi telah terjalin dengan baik. Kemah lintas agama menjadi salah satu upaya untuk mempererat hubungan tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi generasi muda,” jelasnya.
Ia menjabarkan rangkaian kegiatan meliputi sarasehan kebangsaan, malam api unggun, penjelajahan alam Jambewangi menggunakan kendaraan jip, serta pembinaan dari Polresta Banyuwangi dan Bakesbangpol. “Berbagai agenda tersebut dirancang untuk menumbuhkan kebersamaan sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan peserta,” tuturnya.
Perwakilan pemuda LDII Banyuwangi, Damai Nur Sukarno, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai perjumpaan langsung dengan pemuda dari berbagai latar belakang agama menjadi kesempatan untuk saling mengenal, membangun komunikasi, dan mengurangi sekat perbedaan.

“Kami dari Pemuda LDII sangat menyambut positif dan bersyukur bisa berbaur langsung dengan rekan-rekan pemuda lintas agama. Kegiatan ini bukan sekadar camping biasa, melainkan wadah nyata untuk saling mengenal, meruntuhkan sekat, dan membangun kepedulian bersama,” kata Damai.
Ia menambahkan, Pemuda LDII siap berkontribusi menjaga kerukunan dan kondusivitas Banyuwangi melalui sikap toleran, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat. “Perbedaan kepercayaan tidak menjadi penghalang bagi kami untuk bergotong royong dan menjaga kondusivitas Banyuwangi. Pemuda LDII siap menjadi pemuda yang berkarakter kuat, toleran, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), tokoh lintas agama, serta generasi muda dalam menjaga kerukunan di daerah.















