Gorontalo (29/6). Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie membuka Festival Anak Sholeh (FAS) 2026 yang digelar DPW LDII Gorontalo. Acara berlangsung di Lapangan Masjid An-Nasrulloh, Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Minggu (21/6/2026).
Dalam sambutannya, Idah mengatakan bahwa pendidikan mengantarkan anak-anak bangsa menjadi generasi yang unggul. Ia menegaskan, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat.
“Pemerintah, orang tua, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Inilah yang saya sebut sebagai segitiga emas dalam pendidikan anak. Sinergi ketiga unsur tersebut sangat penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujar Idah.
Menurutnya, perhatian LDII terhadap pembinaan anak-anak merupakan kontribusi positif yang perlu didukung seluruh pihak. Ia menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencetak generasi berkualitas karena keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh peran keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Perhatian LDII terhadap anak-anak bangsa ini tentunya pemerintah tidak bisa lepas tangan. Yang bertanggung jawab adalah pemerintah, orang tua, dan masyarakat,” tandasnya.
Idah menjelaskan, anak-anak yang saat ini dibina dengan nilai-nilai keagamaan merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, mereka perlu mendapatkan pendidikan, pembinaan karakter, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang secara optimal.
Ia juga mengingatkan pentingnya keteladanan dari orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mengaji bersama, membiasakan mengucapkan kata “tolong” dan “terima kasih”, hingga memberikan makanan halal dan doa kepada anak merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
“Kalau ingin anak rajin mengaji, orang tua juga harus mengaji. Kalau ingin anak memiliki sopan santun, orang tua harus memberikan contoh. Hal-hal sederhana seperti membiasakan mengucapkan kata tolong dan terima kasih dapat menjadi pendidikan karakter yang sangat berarti bagi anak,” paparnya.
Sementara itu, pemerintah berkewajiban menyediakan fasilitas pendidikan, tenaga pendidik, dan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk turut mengawasi dan membimbing anak-anak di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Ketua DPW LDII Provinsi Gorontalo, Lukman Arbie, mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur pada pembukaan kegiatan tersebut. Menurutnya, FAS tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter sesuai tema yang diangkat, yaitu “Membentuk Generasi Qurani Yang Berakhlak Mulia, Berilmu, Mandiri, dan Berprestasi”.
“Kehadiran Ibu Wakil Gubernur merupakan kehormatan dan motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia,” ujar Lukman Arbie.
Pembukaan Festival Anak Sholeh 2026 turut dihadiri Camat Kota Timur Frangki Dulialo, Kapolsek Kota Timur Iptu Salea Frangky Tumanduk, Lurah Moodu Ocen Hudodo, jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Gorontalo, tokoh masyarakat, orang tua peserta, serta tamu undangan lainnya.
FAS 2026 diikuti sekitar 150 peserta usia PAUD, SD, dan SMP yang merupakan utusan DPD LDII Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan LDII dalam membina generasi muda sejak usia dini melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, karakter, dan akhlak mulia.
Setelah pembukaan, rangkaian perlombaan dan kegiatan pembinaan resmi dimulai sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam membentuk generasi muda yang religius, cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah.

