Tangerang (8/6). Menteri Haji dan Umrah RI, KH Moch. Irfan Yusuf menegaskan, selesainya rangkaian puncak ibadah haji tidak serta-merta mengakhiri tanggung jawab pelayanan kepada jemaah. Pernyataan tersebut ia sampaikan setibanya di Indonesia bersama sebagian Tim Amirul Hajj di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/6).
Hingga saat ini, sebanyak 120 kloter dengan total 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Menurutnya, secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan baik dan sesuai harapan, meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang akan dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan.
“Alhamdulillah, proses penyelenggaraan haji secara umum berjalan lancar. Namun tentu masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, dan itu akan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan layanan di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemulangan jemaah melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, jemaah gelombang kedua saat ini mulai bergeser dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni 2026. Adapun kedatangan kloter terakhir di Tanah Air dijadwalkan pada 1 Juli 2026.
“Puncak haji memang sudah selesai, tetapi pelayanan belum berakhir. Seluruh petugas masih terus bekerja sesuai tugasnya sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Prioritas kami adalah memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Menhaj Gus Irfan juga mengapresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja tanpa henti dalam memberikan layanan kepada jemaah. Menurutnya, dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini.
Selain evaluasi internal, Kemenhaj turut menghimpun masukan dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang dinilai sebagai titik paling kompleks karena tingginya konsentrasi jemaah dalam area terbatas.
Tim Amirul Hajj juga menekankan pentingnya keseragaman kualitas antara PPIH kloter dan nonkloter. Menurut Menhaj, petugas yang telah mengikuti pelatihan secara menyeluruh terbukti memiliki kinerja layanan yang lebih optimal. Oleh karena itu, standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu fokus pembenahan.
Di sektor kesehatan, perhatian diberikan pada penguatan aspek istithaah kesehatan, penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga medis. Menhaj menegaskan bahwa aspek kesehatan akan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun berikutnya.
“Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi syarat istithaah kesehatan agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi kepada Media Center Haji (MCH) yang telah berperan menyebarkan informasi secara cepat, jelas, dan menenangkan bagi masyarakat serta keluarga jemaah di Tanah Air.
“Seluruh masukan ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terus memperbaiki layanan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” tutupnya. (Faqihu Sholih/MCH 2026).











