Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Singgih Tri Sulistiyono: Sejarah Hidup dan Budaya Maritim Harus Jadi Fondasi Identitas Bangsa

2026/01/21
in Nasional
0
Ketua DPP LDII sekaligus Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono ditunjuk Fadli Zon sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman. Foto: LINES.

Ketua DPP LDII sekaligus Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono ditunjuk Fadli Zon sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (21/1). Menteri Kebudayaan Fadli Zon menunjuk Ketua DPP LDII sekaligus Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman. Pengumuman penunjukan Singgih bersama para akademisi lainnya, dilaksanakan pada Senin (19/1/2026).

Penunjukan ini mempertegas arah kebijakan kebudayaan pemerintah, yang menempatkan sejarah dan budaya maritim sebagai pilar penting dalam menjaga kohesi kebangsaan di tengah arus disrupsi informasi dan perubahan sosial.

Singgih menilai peran paling mendasar penasihat menteri terletak pada upaya merawat sejarah sebagai memori kolektif bangsa. Menurutnya, sejarah tidak boleh diperlakukan sebagai catatan masa lalu yang beku, melainkan ruang bersama yang hidup dan mampu memperkuat kebersamaan nasional. Ia menekankan pentingnya menghadirkan sejarah sebagai rujukan etis yang menyatukan, terutama ketika hoaks dan narasi parsial kerap memicu ketegangan sosial.

Ia juga menyoroti risiko salah paham sejarah yang dinilainya lebih berbahaya dibanding lupa sejarah. Dalam konteks ini, Singgih mendorong penguatan literasi sejarah yang kritis, kontekstual, dan berimbang, “Sejarah perlu dipahami secara utuh agar tidak dipelintir untuk kepentingan sempit atau memprovokasi kebencian. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga sejarah tetap menjadi perekat, bukan sumber perpecahan,” ujar Singgih yang menjadi profesor spesialisasi sejarah maritim.

Pada aspek pelestarian, Singgih menegaskan tantangan utama bukan sekadar menyimpan arsip atau merawat situs, melainkan menghidupkan kembali peninggalan sejarah agar bermakna bagi generasi muda. Ia mendorong transformasi warisan budaya, dari sekadar benda lama menjadi pengalaman yang bisa dirasakan melalui pendidikan, narasi kuat, dan medium digital yang relevan dengan zaman.

Singgih juga menekankan pergeseran pendekatan pewarisan budaya. Generasi muda, kata dia, tidak cukup ditempatkan sebagai penonton atau konsumen pengetahuan. “Anak muda perlu dilibatkan sebagai penafsir, pencerita, dan penggerak kebudayaan. Saat mereka merasa memiliki sejarahnya, warisan budaya akan hidup,” katanya.

Dalam konteks budaya kemaritiman, Singgih melihatnya sebagai inti identitas keindonesiaan. Pengalaman panjang sebagai bangsa pelaut membentuk karakter keterbukaan, ketangguhan, dan kemampuan bernegosiasi dengan dunia. Ia mendorong agar budaya maritim tidak berhenti sebagai tema, tetapi menjadi fondasi etik dan simbolik dalam membangun negara maritim yang berwibawa, sadar jati diri, dan berorientasi masa depan.

Kehadiran Negara dalam Konflik Budaya

Prof. Singgih didampingi pengurus DPP LDII saat peluncuran buku Sejarah Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu. Foto: LINES.

Di Indonesia, kerajaan-kerajaan masih menjaga tradisinya dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun demikian, terdapat konflik internal terkait pewaris tahta. Menurut Singgih, konflik tersebut sebagai krisis makna dan legitimasi budaya. Ia menilai konflik terbuka di lembaga budaya melemahkan otoritas simbolik dan keteladanan moral, sehingga berdampak langsung pada daya didik budaya, terutama di mata generasi muda. “Budaya hidup melalui keteladanan. Ketika itu runtuh, budaya kehilangan daya ikat sosialnya,” ujarnya.

Terkait peran negara, Singgih mendorong sikap aktif namun beretika. Negara, menurutnya, perlu memfasilitasi penyelesaian konflik lembaga budaya melalui mediasi berbasis kebudayaan dengan melibatkan sejarawan, budayawan, dan tokoh adat. Fokus negara seharusnya menjaga ekosistem budaya agar ritual, arsip, dan pendidikan budaya tetap berjalan, tanpa terjebak pada penguasaan simbol kekuasaan.

Sebagai penasihat menteri, Singgih menekankan terobosan pelestarian budaya harus menempatkan budaya sebagai praktik hidup. Ia mendorong pewarisan berlapis melalui keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara secara simultan. Budaya juga perlu dihadirkan sebagai ruang partisipasi kreatif melalui seni, film, musik, dan media digital. “Budaya akan lestari jika dipraktikkan dan diamalkan. Tanpa kehadiran negara yang aktif dan berpihak pada proses pewarisan, kebudayaan aman di arsip tetapi rapuh dalam kehidupan,” tutupnya.

Tags: Fadli ZonMenteri KebudayaanPelestarian SejarahPenasehat MenteriPengembangan Budaya MaritimSinggih Tri Sulistiyono

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113 January 21, 2026
  • Pengajian Akhir Tahun LDII Sleman Ajak Pemuda Perkuat Karakter dan Kebersamaan January 21, 2026
  • Singgih Tri Sulistiyono: Sejarah Hidup dan Budaya Maritim Harus Jadi Fondasi Identitas Bangsa January 21, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.