Sorong (27/5). DPW LDII Papua Barat Daya mengemas pembinaan generasi muda dengan konsep berbeda melalui kegiatan “Pengajian Semalam Suntuk”. Kegiatan berlangsung di Gedung DPD LDII Kabupaten Sorong pada 23–24 Mei 2026 .
Sekretaris DPW LDII Papua Barat Daya, Ahmad Bukhori, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar generasi muda dapat memanfaatkan waktu luang secara positif. Kegiatan ini sekaligus memperkuat penanaman 29 karakter luhur yang menjadi program pembinaan LDII.
“Pembinaan generasi muda ini bertujuan agar waktu luang generasi penerus (generus) dapat lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih banyak. LDII melalui program besarnya ingin menanamkan 29 karakter luhur kepada generus,” ujar Bukhori.
Kegiatan yang diikuti generus LDII jenjang praremaja hingga dewasa itu tidak hanya berisi pengajian, tetapi juga dipadukan dengan permainan edukatif, mini soccer, hingga jalan santai. Program tersebut rutin digelar setiap dua bulan sekali sebagai upaya menciptakan pembinaan yang lebih menarik bagi anak muda.
Kegiatan dimulai selepas salat magrib dengan makan bersama, dilanjutkan salat isya dan pengajian mengenai tuntunan bertata krama. “Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenjang usia dan pimpinan cabang (PC),” jelas Bukhori.
Menurutnya, metode diskusi kelompok dinilai lebih efektif dibanding pengajian satu arah karena peserta lebih mudah fokus memahami materi. “Dengan dibagi per kelompok, peserta tetap bisa terkontrol dan menyimak materi, interaksi juga lebih hidup,” katanya.
Panitia juga menerapkan aturan penitipan telepon genggam selama kegiatan berlangsung. Langkah itu dilakukan agar peserta lebih berkonsentrasi mengikuti pengajian tanpa gangguan penggunaan gawai.
“Ngaji tanpa HP tentu berbeda. Ketika disterilkan, perhatian peserta kepada pemateri bisa lebih maksimal,” ungkapnya.
Suasana pembinaan semakin meriah dengan permainan spinner bertema 29 karakter luhur generus. Panitia pelaksana, Brian, menyebut metode tersebut membuat peserta lebih antusias mengikuti kegiatan. “Tujuannya agar pengajian yang awalnya terdengar monoton menjadi lebih bervariasi dan ramai partisipannya,” ujar Brian.
Keesokan paginya, kegiatan ditutup dengan mini soccer bagi generus laki-laki dan jalan santai untuk generus perempuan. Bukhori mengatakan kegiatan olahraga sengaja dihadirkan agar pembinaan generasi muda berlangsung lebih menyenangkan. “Supaya kegiatan tidak melulu pengajian, ada mini soccer dan ke depannya diusahakan ada voli agar kegiatan semakin fun,” jelasnya.
Salah satu peserta, Rangga, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat menambah teman dan pengalaman baru. “Ini pertama kali saya ikut. Di rumah saya tidak punya banyak teman, tetapi di sini saya jadi punya banyak teman baru. Permainannya juga sangat seru dan saya senang mengikuti mini soccer,” kata Rangga.
Peserta lainnya, Sabila, juga merasakan manfaat dari metode pengajian berkelompok yang membuat peserta lebih mudah berinteraksi. “Sangat seru pelaksanaan ngaji berkelompok. Saya jadi lebih kenal dengan generus lain yang sebelumnya belum terlalu dekat,” ujarnya.
Melalui kegiatan itu, DPW LDII Papua Barat Daya berharap generasi muda LDII semakin siap melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi di masa mendatang.











